Kendaraan Listrik Masih Perkasa, Produksi Kendaraan Hidrogen Mandeg

by Redaksi
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – China telah memproduksi total sekitar 30.000 unit kendaraan berbahan bakar hidrogen, namun capaian tersebut masih berada di bawah target nasional yang sebelumnya ditetapkan sebesar 50.000 unit. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan sel bahan bakar hidrogen di Negeri Tirai Bambu masih menghadapi perlambatan, meskipun kemampuan manufaktur dalam negeri terus mengalami kemajuan.

Berdasarkan Laporan Pengembangan Industrialisasi Kendaraan Sel Bahan Bakar Hidrogen Tiongkok tahun 2025, yang dikutip dari siaran CarNewsChina pada Minggu, Akademisi Yi Baolian dari Akademi Teknik Tiongkok menyampaikan bahwa tingkat lokalisasi komponen inti kendaraan hidrogen pada 2025 telah melampaui 70 persen. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kapasitas industri domestik China dalam memproduksi sel bahan bakar dan sistem pendukung kendaraan hidrogen.





Namun demikian, Yi Baolian menegaskan bahwa industri ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama terkait biaya produksi, daya tahan material, serta ketersediaan infrastruktur pengisian bahan bakar hidrogen yang belum merata di berbagai wilayah.

Data dari Asosiasi Produsen Otomotif China dan analisis eksternal menunjukkan bahwa produksi kumulatif kendaraan hidrogen sepanjang 2024 mencapai 5.548 unit, dengan penjualan sebanyak 5.405 unit. Sementara itu, pada semester pertama 2025, jumlah kendaraan hidrogen yang diproduksi dan dijual masing-masing tercatat 1.364 unit dan 1.373 unit, atau turun sekitar 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut terjadi di tengah upaya pemerintah dan pelaku industri untuk mendorong adopsi kendaraan hidrogen secara lebih luas. Saat ini, total armada nasional kendaraan hidrogen China diperkirakan berada di kisaran 30.000 unit, masih terpaut cukup jauh dari target awal 50.000 unit.

Laporan tersebut juga mencatat pelaksanaan program demonstrasi operasional kendaraan sel bahan bakar hidrogen. Dalam program ini, lebih dari 200 kendaraan hidrogen telah dioperasikan di lebih dari 20 koridor utama angkutan barang, dengan dukungan lebih dari 40 stasiun pengisian bahan bakar hidrogen.

Dari sisi pasokan energi, kapasitas hidrogen nasional China pada pertengahan 2025 dilaporkan mencapai sekitar 327.000 kilogram per hari. Selain itu, biaya produksi sel bahan bakar hidrogen secara keseluruhan mengalami penurunan dari 30,2 yuan (sekitar Rp72 ribu) menjadi 27,7 yuan (sekitar Rp66 ribu) per kilogram secara tahunan. Adapun harga rata-rata hidrogen di kawasan perkotaan berada di kisaran 26,7 yuan atau sekitar Rp63 ribu per kilogram.

Meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan dari sisi biaya dan kapasitas produksi, perlambatan pertumbuhan armada kendaraan hidrogen menandakan bahwa upaya mencapai skala industri yang lebih besar masih membutuhkan dukungan kebijakan, investasi infrastruktur, serta terobosan teknologi yang berkelanjutan.

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x