VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan penambahan 30 SMA/MA baru ke dalam ekosistem SMA Unggul Garuda Transformasi pada 2026. Target ini merupakan bagian dari rencana pengembangan hingga mencapai 80 sekolah pada 2029.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani menekankan pendekatan kolaboratif dengan perguruan tinggi menjadi kunci keberhasilan program ini. Pada 2025, enam perguruan tinggi telah melakukan program pengayaan, yaitu Universitas Negeri Jakarta, UI, Undiknas Bali, Universitas Padjajaran, ITB, dan IPB University.
Najib mengungkapkan pada 2025 telah terdapat 12 sekolah yang menjadi bagian dari program ini. Penambahan 30 sekolah baru pada 2026 menjadi langkah strategis menuju target jangka panjang pengembangan sekolah unggul yang terintegrasi dengan pendidikan tinggi berkualitas.
“Tahun 2025 ada enam perguruan tinggi yang melakukan program pengayaan, yaitu Universitas Negeri Jakarta, kemudian UI, Universitas Pendidikan Nasional atau Undiknas Bali, kemudian Universitas Padjajaran, ITB, dan IPB University,” ujar Najib dalam acara Launching dan Sosialisasi Pemilihan SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan program ini merupakan langkah strategis membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. SMA Unggul Garuda Transformasi dipilih berdasarkan rekam jejak dalam pembinaan prestasi akademik peserta didik.
Program ini bertujuan membentuk generasi unggul yang berkarakter, berpikir kritis, dan berdaya saing global. Lulusan diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia dan dalam negeri, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Baca Juga : Mendiktisaintek Ungkap Alasan Lulusan Perguruan Tinggi Masih Pengangguran
“Program SMA Unggul Garuda Transformasi adalah jembatan penting yang menghubungkan pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi,” katanya.
Berbagai program pengayaan dihadirkan, mencakup penguatan manajemen sekolah melalui pelatihan dan pendampingan riset kolaboratif, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan internasional SAT dan IELTS. Selain itu juga pembinaan konselor sekolah, program persiapan pendaftaran perguruan tinggi luar negeri, hingga program penguatan pembelajaran lain.
Pendaftaran berlangsung mulai 26 Maret hingga 10 April 2026, dilanjutkan proses seleksi hingga pengumuman pada 20 April 2026. Sekolah dapat mendaftar secara daring melalui laman https://garudatransformasi.kemdiktisaintek.go.id dengan mengikuti tahapan registrasi, pengisian data profil, dan pengunggahan dokumen persyaratan.
“Dirancang untuk mendorong terciptanya pendidikan berkualitas yang mampu mendukung dan memimpin peserta didik untuk menghasilkan lulusan berdaya saing global,” ujarnya.
Dokumen persyaratan mencakup surat keterangan domisili sekolah, sertifikat akreditasi yang masih berlaku, data sarana dan prasarana, data guru dan tenaga kependidikan, data prestasi peserta didik, data lulusan yang diterima di perguruan tinggi, surat rekomendasi dari instansi terkait, serta pakta integritas yang telah ditandatangani. Seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan melalui tahapan administrasi dan substansi. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Menggugat Negara: PMI Bukan Objek, Selamatkan Nyawa dari Jerat Perdagangan Manusia
Baca Berita Lainnya di Google News


