Harga pangan melonjak, inflasi Jawa Timur akhir 2025 tembus 0,76 persen

by VOICE Indonesia - Jawa Timur
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,76 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) pada Desember 2025. Sementara itu, inflasi tahun ke tahun (year on year/y-on-y) tercatat mencapai 2,93 persen. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan emas perhiasan menjadi faktor utama pendorong inflasi di akhir tahun.

Berdasarkan data perkembangan inflasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tertinggi sebesar 1,80 persen dengan andil inflasi 0,49 persen. Selain itu, kelompok transportasi dan perawatan pribadi serta jasa lainnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap laju inflasi Desember 2025.





Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim Zulkipli mengatakan, secara komoditas, cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar akibat lonjakan harga yang tajam. Komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, serta bensin.

“Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan pasokan akibat curah hujan tinggi, peningkatan permintaan akhir tahun, hingga perkembangan harga global”, jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, dinamika inflasi juga dipengaruhi oleh sejumlah kebijakan dan kondisi eksternal. Kenaikan harga emas global turut memicu penyesuaian harga emas perhiasan di dalam negeri. Sementara itu, penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dilakukan secara berkala sepanjang tahun memberi tekanan pada inflasi di beberapa bulan tertentu.

Di sisi lain, pemerintah berupaya menahan laju inflasi melalui berbagai kebijakan, seperti diskon tarif listrik PLN bagi pelanggan rumah tangga berdaya rendah pada awal 2025 serta stimulus diskon tarif angkutan umum yang diberikan pada momen tertentu, seperti Ramadan, Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru. Kebijakan tersebut dinilai mampu membantu menjaga daya beli masyarakat.

Meski demikian, tekanan inflasi berhasil tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga. Cabai merah dan beras tercatat mengalami deflasi pada Desember 2025, sehingga membantu menahan laju inflasi yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan, inflasi Jawa Timur pada Desember 2025 mencerminkan kombinasi pengaruh faktor musiman, kondisi cuaca, dinamika harga global, serta kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas.(joe)

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x