Perkuat Kehumasan, Imigrasi Semarang Optimalkan Publikasi Digital Profesional

Setiap petugas imigrasi wajib memahami dan membedakan mana ruang pelayanan dan mana ruang pemeriksaan

by VOICEINDONESIA.CO
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia
Foto : Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang menggelar kegiatan Workshop Kehumasan pada Selasa (10/02/2026) di Kota Semarang.(dok.old.voiceindonesia.co/kanimsus semarang)

VOICEINDONESIA.CO,Semarang – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang menggelar kegiatan Workshop Kehumasan dengan tema “Membangun Citra Positif Melalui Publikasi Digital” yang berlangsung pada Selasa (10/02/2026) di Kota Semarang.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Intelijen dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Rahmad Suharto, serta Kepala Rumah Detensi Semarang, Maringan Firman Napitupulu.





Penyelenggaraan workshop ini diinisiasi oleh Kepala Bidang Informasi Teknologi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Markus Lenggo Rindingpadang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Ari Widodo, membuka secara resmi acara tersebut dan memberikan sambutan mendalam mengenai urgensi komunikasi di era modern.

“Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat mengakses informasi dan menilai kinerja institusi pemerintah. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, kehumasan memiliki peran yang sangat strategis sebagai jembatan komunikasi antara institusi dan Masyarakat,” ungkap Ari Widodo dalam sambutannya.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa kehadiran digital instansi pemerintah harus mencerminkan profesionalisme yang tinggi agar dapat meraih kepercayaan publik secara luas.

“Publikasi digital bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang membangun persepsi, kepercayaan, dan citra positif terhadap organisasi. Oleh karena itu, setiap konten yang kita sajikan melalui media sosial, website, maupun kanal digital lainnya harus dikelola secara profesional, bertanggung jawab, dan selaras dengan nilai-nilai organisasi Imigrasi,” lanjutnya.

Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang kehumasan agar memiliki kemampuan yang mumpuni.

Tujuan utama kegiatan ini adalah agar peserta mampu mengelola informasi dan publikasi digital secara efektif dan kreatif dalam keseharian tugas mereka.

Selain itu, peserta diharapkan mampu menyampaikan kinerja dan pelayanan Imigrasi dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Fokus lainnya adalah agar jajaran humas mampu merespons dinamika serta tantangan komunikasi publik secara tepat dan bijaksana di tengah perkembangan isu yang ada.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta menyerap ilmu dan pengalaman yang disampaikan oleh para narasumber,” harap Ari Widodo.

Beliau juga menginginkan agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Hal ini bertujuan agar kehumasan benar-benar menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kantor Imigrasi Semarang.

“Melalui publikasi digital yang positif, informatif, dan humanis, kita dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa Imigrasi hadir sebagai institusi yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan,” tegasnya.

Foto : Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang menggelar kegiatan Workshop Kehumasan pada Selasa (10/02/2026) di Kota Semarang.(dok.old.voiceindonesia.co/kanimsus semarang)

Foto : Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang menggelar kegiatan Workshop Kehumasan pada Selasa (10/02/2026) di Kota Semarang.(dok.old.voiceindonesia.co/kanimsus semarang)

Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi VOICE Indonesia, Anton Sahadi, selaku narasumber menyampaikan bahwa membangun citra bukan sekadar mengunggah foto kegiatan, melainkan mengomunikasikan integritas.

“Saya menekankan kepada seluruh jajaran bahwa setiap petugas imigrasi wajib memahami dan membedakan mana ruang pelayanan dan mana ruang pemeriksaan. Di pintu perlintasan negara ini, tugas Anda bukan sekadar administratif; Anda adalah penjaga gerbang sekaligus penjaga marwah negara. Di titik itulah ketegasan petugas diuji. Anda harus memiliki kepekaan tinggi untuk melakukan deteksi dini, terutama dalam upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kian marak. Keamanan negara dimulai dari ketelitian dan ketegasan Anda di garis depan,” ungkap Anton.

Workshop Kehumasan ini juga menghadiri Creative Director & Multimedia Specialist Marco Lau Santosa  dari Voiceindonesia.co,ini sebagai Langkah awal diharapkan mampu membawa standar baru bagi pelayanan publik, khususnya dalam aspek komunikasi visual dan penyampaian informasi kepada masyarakat

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x