VOICEINDONESIA.CO, Surabaya -PT. KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan 561 ribu tiket pada masa angkutan lebaran 2026. Sampai saat ini sudah terjual sebanyak 345 ribu tiket atau 62 persen. Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawano, Sabtu, 14 Maret 2026, mengatakan tiket yang tersedia masih cukup banyak.
“Dari 561 ribu tiket yang disediakan, sudah terjual 62 persen,” katanya.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya, lanjut Mahendro Trang Bawono juga menyiapkan sejumlah langkah guna memastikan kelancaran angkutan Lebaran 2026. Persiapan tersebut difokuskan pada keselamatan perjalanan kereta api.
Mahendro mengatakan terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian dalam persiapan tersebut. Seluruh upaya tersebut bermuara pada aspek keselamatan perjalanan kereta api.
“Ada tiga utama yang kita perlu, atau yang sudah kami siapkan. Muaranya tetap pada keselamatan kereta api,” ujarnya.
Mahendro menjelaskan, aspek pertama adalah kesiapan sarana. Pada Februari lalu, KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan ramp check bersama Kementerian Perhubungan.
Ramp check tersebut dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang diwakili Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya. Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh sarana yang dimiliki KAI Daop 8 Surabaya.
“Pertama, sarana itu di bulan Februari lalu, kita sudah melakukan rampcek dengan Kementerian Perhubungan,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh sarana yang diperiksa telah dinyatakan laik operasi. “Terdapat 55 lokomotif, 520 kereta, serta tiga rangkaian KRD yang sudah dilakukan rampcek dan dinyatakan laik jalan,” katanya.
Selain sarana, KAI Daop 8 Surabaya juga melakukan inspeksi jalur untuk memastikan keamanan lintasan. Pemeriksaan dilakukan pada sejumlah lintas strategis.
“Kami sudah melakukan inspeksi lintas mulai dari Mojokerto sampai ke arah Wlingi untuk memastikan jalur aman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mahendro menyebut terdapat sejumlah titik yang menjadi daerah pantauan khusus. Titik tersebut berpotensi mengalami gangguan seperti tanah longsor maupun banjir.
“Terdapat enam titik daerah pantauan khusus, empat di lintas selatan dan dua di lintas utara,” katanya.
Petugas akan disiagakan selama 24 jam di lokasi tersebut untuk memastikan operasional perjalanan kereta api tetap berjalan aman selama masa angkutan Lebaran.(joe)


