VOICEINDONESIA.CO, Denpasar – Kantor Basarnas Bali melakukan evakuasi medis darurat terhadap seorang anak buah kapal (ABK) asal Filipina, Tagayom Lorben Tubigon (37), yang mengalami gangguan kesehatan serius di atas kapal kargo M/V Athanasia C.
Proses evakuasi dilakukan di perairan Pelabuhan Benoa pada Rabu malam setelah kondisi korban dilaporkan terus memburuk.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa korban merupakan kru dari kapal berbendera Marshall Islands.
Baca Juga: Ini Tujuan Pangkalan Militer AS di Arab Saudi
Berdasarkan laporan medis awal, korban mulai menunjukkan gejala sakit sejak Minggu (12/4), namun permintaan bantuan baru diajukan pada Rabu sore saat kondisi fisik korban mulai tidak terkendali.
“ABK Filipina tersebut dilaporkan mengalami sakit sejak hari Minggu, namun baru dilaporkan setelah melihat kondisinya yang semakin memburuk, ditandai terjadi kejang, tubuh kaku, gemetar, mulut berbusa, serta kehilangan kontrol buang air kecil,” kata Sidakarya di Denpasar, Kamis (16/4/2026).
Menerima laporan tersebut pada pukul 17.30 Wita, Basarnas Bali segera mengerahkan tim penyelamat menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 0 denpasar menuju titik pertemuan (intercept) yang telah disepakati di laut.
Baca Juga: Sempat Ancam Warga dengan Senjata Tajam, WNA Asal Inggris Dibawa ke RSJ
Proses evakuasi yang dimulai pukul 20.00 Wita berlangsung cukup menantang.
Tim SAR harus menurunkan korban dari kapal kargo raksasa tersebut menggunakan metode crane dan jaring menuju RIB 02 Denpasar.
“Proses tersebut berjalan lancar dan selesai pada pukul 20.15 Wita,” ucap Sidakarya.
Setibanya di Pelabuhan Benoa, korban langsung diserahkan kepada pihak agen kapal dan tim medis dari BBKK Denpasar Pos Pelabuhan Laut Benoa.
Tagayom kemudian dilarikan menggunakan ambulans menuju RS Siloam untuk mendapatkan perawatan intensif. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!
Baca Berita Lainnya di Google News


