VOICEINDONESIA.CO, Jayapura – Enam anak buah kapal (ABK) KM Bintang Laut masih dinyatakan hilang setelah kapal penangkap cumi tersebut tenggelam di perairan sekitar perbatasan RI–PNG.
Proses pencarian hingga kini terkendala kondisi cuaca buruk.
“Saat ini tercatat enam ABK KM Bintang Laut yang masih dinyatakan hilang dan masih dilakukan pencarian,” kata Kepala Kantor SAR Merauke Rudi, Jumat (23/1/2026).
Enam ABK yang hilang tersebut adalah Muhammad Rifai, Syahrul Ramdani, Lukman Hidayat, Sabriansyah, Tri Pandu Novianto, dan Dede Insan Permana.
Baca Juga: Sakit di Kapal Kargo Korea, PMI Asal Jakarta Dipulangkan
Dihubungi dari Jayapura, Rudi menjelaskan bahwa kapal penangkap cumi tersebut tenggelam saat berada di perairan sekitar perbatasan Indonesia–Papua Nugini setelah diterjang ombak.
Kapal naas itu membawa 19 ABK, dengan 13 orang berhasil diselamatkan, termasuk satu orang yang meninggal dunia.
Para ABK yang selamat adalah Setiawan, Apan Supandi, Asep Purnama Sidik, Ujang Ramdani, Sawon, Abdullah, Heriawan, Supriyono, Dedi Sukanto, Ahmad Idwar Juarsi, Achmad Dicki Dermawan, dan Rudiono. Sementara ABK yang meninggal dunia adalah Asep Roslana.
Baca Juga: 78 WNI Korban TPPO di Myanmar Dapat Pelatihan Keterampilan Kemensos
Rudi menyebutkan, para korban yang selamat saat ini telah berada di Merauke dan menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kumbe.
“Tim SAR gabungan yang terdiri dari SAR Merauke, Kodaeral XI, Polair Polres Merauke, Kementerian Kelautan dan Perikanan Merauke serta KSOP Merauke, dikerahkan untuk melakukan pencarian,” kata Kepala SAR Merauke Rudi. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Menggugat Negara: PMI Bukan Objek, Selamatkan Nyawa dari Jerat Perdagangan Manusia
Baca Berita Lain di Google News


