69 Siswa Keracunan MBG, Pemkot Kediri Tutup SPPG Usai Temuan Bakteri E. Coli

by VOICEINDONESIA.CO- Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG).

VOICEINDONESIA.CO, Kediri – Pemerintah Kota Kediri resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo setelah hasil investigasi menemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) pada makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan ini menyusul laporan keracunan massal yang dialami oleh 69 siswa dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1 pada Rabu (22/4/2026).





Kepala Bappeda Kota Kediri sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG, Ferry Djatmiko, mengonfirmasi bahwa Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan segera setelah laporan masuk.

Baca Juga: Atasi Pengangguran 6,12 Persen, Sulut Optimis Program PMI Jadi Solusi Ekonomi Daerah

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E.coli) yang mengindikasikan makanan tidak layak konsumsi. Satgas kemudian langsung melakukan observasi ke satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Tempurejo,” kata Ferry, Jumat (24/4/2026).

Puluhan siswa di wilayah Kecamatan Pesantren tersebut dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga demam.

Meski demikian, Ferry memastikan bahwa kondisi para siswa saat ini telah membaik.

“Ia menegaskan kondisi siswa saat ini sudah terkendali. Anak-anak juga tidak ada yang dirawat inap. Saat ini kondisi mereka juga sudah membaik. Selain itu, pihak puskesmas juga proaktif melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan Secara Humanis 

Investigasi lebih lanjut mengungkap adanya ketidaksesuaian prosedur pada proses pengolahan makanan di SPPG tersebut.

Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra, menyebutkan bahwa ada tahapan krusial yang terlewati, terutama terkait uji organoleptik yang seharusnya dilakukan setelah dimasak, sebelum distribusi, dan saat diterima.

“Ditemukan pelanggaran SOP, terutama pada waktu pengolahan makanan yang tidak sesuai ketentuan,” ujar Armeityansyah.

Sebagai langkah tegas, Satgas MBG Kota Kediri menghentikan operasional SPPG Tempurejo guna evaluasi menyeluruh dan mengalihkan distribusi makanan ke unit lain agar program tetap berjalan.

“SPPG Tempurejo ditutup sementara dan distribusi dialihkan ke SPPG lain agar layanan tetap berjalan,” tambah Armeityansyah.

Pemerintah Kota Kediri kini berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat pengawasan di masa mendatang.

Ferry menekankan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi penyelenggaraan program nasional tersebut.

“Kami akan memperketat standar operasional prosedur (SOP) monitor dan evaluasi, karena ditemukan indikasi pelanggaran. Namun, program ini tetap baik dan akan terus kami kawal bersama,” pungkas Ferry. (af/hi)

Pilihan Redaksi: Hilangnya Paspor Siti: Modus Baru Sindikat TPPO?

Baca Berita Lainnya di Google News 

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x