VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Di tengah tekanan geopolitik global yang menghantam banyak negara, Indonesia justru mencatat kinerja fiskal yang menggembirakan. Penerimaan negara pada kuartal pertama 2026 tumbuh double digit. Pertumbuhan itu diklaim pemerintah sebagai sinyal kuat pemulihan ekonomi nasional.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 menembus Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka itu setara 18,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3,15 kuadriliun.
Purbaya menyebut lonjakan PPN dan PPnBM yang mencapai 57,7 persen menjadi indikator paling kuat bahwa roda perekonomian berputar jauh lebih kencang dibanding tahun lalu.
“Kalau dilihat PPN dan PPnBM-nya tumbuhnya 57,7 persen artinya memang aktivitas ekonominya amat lebih sibuk dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” kata Purbaya usai rapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Purbaya menegaskan kenaikan pajak yang terjadi bukan sekadar hasil penertiban administrasi melainkan cerminan nyata dari perbaikan aktivitas ekonomi yang mulai terasa di berbagai sektor.
Baca Juga : Meski Naik, Harga Avtur RI Ternyata Masih Murah dari Asia Tenggara
“Kenaikan pajak itu in line atau mengonfirmasi bahwa ekonomi betul-betul sedang mengalami perbaikan,” jelasnya.
Secara total penerimaan perpajakan mencapai Rp462,7 triliun atau naik 14,3 persen yoy yang terdiri dari penerimaan pajak Rp394,8 triliun dan kepabeanan serta cukai Rp67,9 triliun. PPh Badan terkumpul Rp43,3 triliun naik 5,4 persen, PPh Orang Pribadi dan PPh 21 sebesar Rp61,3 triliun naik 15,8 persen, serta PPh Final dan turunannya Rp76,7 triliun naik 5,1 persen.
Di sisi lain penerimaan kepabeanan dan cukai justru terkoreksi 12,6 persen menjadi Rp67,9 triliun. Purbaya menjelaskan kontraksi itu dipicu oleh penurunan produksi pada akhir 2025 dan pemanfaatan fasilitas penundaan pembayaran cukai oleh sejumlah pelaku usaha.
“Sebaliknya bea masuk masih mencatatkan pertumbuhan positif didorong oleh peningkatan nilai impor dan pergerakan nilai tukar rupiah,” ujarnya.
Pendapatan negara kuartal pertama juga ditopang oleh Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp112,1 triliun dan hibah senilai Rp100 miliar. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Imigrasi: Garda Terdepan Penjaga Pintu Gerbang dalam Pencegahan PMI Non Prosedural dan TPPO
Baca Berita Lainnya di Google News


