Rupiah Kembali Melorot ke Posisi Rp17.105 per Dollar AS

Gejolak pasar energi global picu pelemahan rupiah di tengah kekhawatiran investor

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Tekanan global kembali menghantam nilai tukar rupiah seiring memanasnya tensi Amerika Serikat dan Iran yang berdampak langsung ke pasar energi dunia.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan melemah 70 poin atau 0,41 persen ke level Rp17.105 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.980 per dolar AS.





“Investor bersiap menghadapi potensi eskalasi di Timur Tengah,” ujar pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Kekhawatiran pasar meningkat setelah muncul tenggat waktu dari Presiden Amerika Serikat terkait pembukaan Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital distribusi minyak global.

Situasi ini diperparah dengan penolakan Iran terhadap skema gencatan senjata sementara yang diusulkan, sekaligus menambah ketidakpastian di kawasan.

Baca Juga : Kapal Tanker Iran Bakal Dilelang Ulang Kejagung

“Gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan,” katanya.

Tekanan terhadap pasokan energi global mendorong kenaikan harga minyak, yang kemudian memicu kekhawatiran inflasi dan memperumit arah kebijakan moneter global.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan akan memengaruhi arah suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Sejalan dengan pergerakan rupiah, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga tercatat melemah ke Rp17.092 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.037 per dolar AS. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Menjaga Netralitas: Polri Wajib di Bawah Komando Langsung Presiden

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x