IMF : Perang Amerika di Timur Tengah Ganggu Pasokan Migas Dunia

Ketahanan ekonomi global diuji saat pasokan minyak dan gas terganggu signifikan

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Washington – Dana Moneter Internasional menyatakan konflik di Timur Tengah telah menyebabkan guncangan terhadap pasokan global yang berdampak pada distribusi minyak dan gas alam cair. Konflik ini mengakibatkan kesulitan besar di seluruh dunia meskipun ekonomi global dinilai tangguh.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengungkapkan dampak negatif utama dari konflik adalah berkurangnya distribusi minyak sebesar 13 persen dan gas alam cair sebesar 20 persen per hari. Gangguan pasokan ini diperkirakan akan menyebabkan penutupan kilang serta krisis bahan bakar dan pangan di berbagai negara.





“Ekonomi dunia yang tangguh sedang kembali diuji oleh perang yang kini sedang mendera Timur Tengah,” kata Georgieva, Kamis (9/4/2026), mengacu pada gencatan senjata yang dicapai antara AS dan Iran, dilansir Sputnik/RIA Novosti.

Georgieva memperingatkan bahwa guncangan negatif terhadap pasokan ini membuat penyesuaian permintaan tidak dapat dihindari. Gangguan distribusi energi global telah memicu lonjakan harga yang berdampak pada stabilitas ekonomi berbagai negara di seluruh dunia.

“Konflik tersebut telah menyebabkan kesulitan besar di seluruh dunia,” ujarnya.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (7/4/2026) mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Pengumuman ini memberikan secercah harapan bagi pemulihan pasokan energi global yang terganggu akibat konflik berkepanjangan.

Baca Juga : Indonesia Protes Rencana Kebijakan Iran di Selat Hormuz

Menyusul pengumuman tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global.

“Sebagai peringatan, karena ini adalah guncangan negatif terhadap pasokan, maka penyesuaian permintaan tidak dapat dihindari,” tutur Georgieva.

Gencatan senjata ini merupakan perkembangan positif setelah konflik terbaru di Timur Tengah yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Iran juga membatasi lalu lintas di Selat Hormuz yang memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga energi secara global. Pembatasan jalur strategis ini berdampak signifikan terhadap rantai pasokan energi dunia dan memicu kekhawatiran akan krisis energi berkepanjangan.

Pembukaan kembali Selat Hormuz diharapkan dapat memulihkan distribusi energi global dan menstabilkan harga minyak serta gas alam cair. Namun IMF tetap memperingatkan dampak jangka panjang dari konflik ini terhadap ekonomi global yang masih memerlukan pemantauan ketat. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan?

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x