VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan DPR dalam penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2026. Hal ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Kamis (24/7/2025).
“Laporan yang disampaikan oleh Banggar hari ini akan menjadi dasar penyusunan RUU APBN TA 2026 beserta Nota Keuangan yang akan disampaikan oleh Presiden Prabowo pada 15 Agustus 2025 nanti,” ucap Sri Mulyani.
Ia juga menyoroti kerja sama yang terjalin antara eksekutif dan legislatif dalam tahap pembicaraan pendahuluan.
Baca Juga: Asumsi Makro RAPBN 2026: Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksikan 5,8 Persen
Menkeu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan anggota DPR RI, khususnya Badan Anggaran yang dianggap turut berperan aktif dalam merancang APBN secara konstruktif.
“Terima kasih kepada para pimpinan dan seluruh anggota DPR RI, serta jajaran dari Banggar DPR yang terus menjadi partner konstruktif pemerintah,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenkeu Kelola 2,3 Juta Faktur Pajak Harian demi Stabilitas Ekonomi Nasional
Sri Mulyani menyatakan bahwa APBN yang tengah disusun diharapkan menjadi instrumen utama untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, melalui pengelolaan fiskal yang sehat dan inklusif.


