Stok Batu bara Menipis, Sistem Kelistrikan Jawa Beli Berpotensi Alami Gangguan

by Redaksi
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sistem kelistrikan Jawa Bali berpotensi mengalami gangguan lantaran menipisnya stok batu bara pembangkit listrik swasta yang masuk dalam sistem Jawa Bali. Berdasarkan data Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) rata-rata stok Hari Operasi (HOP) batu bara bahkan ada yang hanya 10 hari.

Joseph Pangalila, Dewan Pengawas APLSI mengungkapkan menipisnya stok batu bara pada pembangkit listrik pelaku usaha diakibatkan komulatif dari berbagai isu dan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.





“Stok batu bara anggota APLSI sekarang sebagian dibawah 10 hari dan sebagian lagi belasan hari. Yang HOP 25 hanya ada beberapa,” kata Joseph  Jumat (27/2).

Joseph menjelaskan anggota APLSI ada 35 perusahaan dan tidak hanya PLTU namun sebagian besar memang pembangkit listrik berbasis batu bara dengan total kapasitas pembangkit para anggota mencapai 12 GW. “Jadi sangat significant untuk jaringan jawa bali,” kata Joseph.

Lebih lanjut dia menjelaskan stok batu bara mulai menipis sejak 2025 karena aturan DMO US$70/ton sementara jual ke pabrik semen DMO US$90 kemudian untuk smelter harga pasar. Sehingga pembangkit listrik menjadi pilihan terakhir para produsen.

Menurut Joseph memang aturan DMO US$70 ini sudah sejak 2018 jadi mungkin memberatkan produsen yang biayanya naik tiap tahun.

“Jadi supply ke pembangkit itu prioritas terakhir lah. Sebelumnya ada aturan menteri untuk supply prioritas ke pembangkit tapi aturan itu sudah dicabut beberapa tahun lalu,” ungkap Joseph.

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x