VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pemerintah menargetkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sudah ada dapat beroperasi penuh dalam waktu 3-4 tahun ke depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan KEK yang dilanjutkan adalah yang betul-betul dapat menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.
Airlangga menjelaskan pemerintah akan fokus pada KEK yang memiliki potensi nyata untuk berkontribusi terhadap perekonomian.
“Kita akan lanjutkan KEK-KEK yang betul-betul bisa beroperasi penuh dalam waktu 3-4 tahun ke depan sehingga betul-betul menunjang pertumbuhan ekonomi,” kata Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Pemerintah mendorong KEK sebagai salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi baru melalui percepatan industrialisasi, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi di berbagai wilayah. Setiap kementerian dan lembaga diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan potensi investasi yang masuk ke KEK.
Realisasi pertumbuhan investasi di triwulan I 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22 persen secara tahunan. Penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang atau naik 18,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari keseluruhan investasi, sektor hilirisasi tetap menjadi kontributor terbesar dengan angka 30 persen dari total investasi. Pertumbuhan investasi ini menunjukkan KEK memiliki peran strategis dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.
Baca Juga : Airlangga Tegaskan Program Stimulus Ekonomi Tetap Dilanjutkan
“Pak Presiden Prabowo pernah mengatakan bahwa kita perlu fine tuning KEK-KEK yang sudah ada dengan fasilitasnya,” katanya menjelaskan.
Airlangga mencontohkan kebutuhan pusat data dalam era kecerdasan artifisial dan quantum computing seperti sekarang ini. Terdapat dua lokasi KEK yang dapat menjadi landing point dalam pembangunan data center di Indonesia yaitu Batam dan Bitung.
Menko Perekonomian meminta Badan Usaha Pengelola Pelabuhan terus memonitor perkembangan investasi di KEK. Hal ini penting mengingat arahan Presiden untuk melakukan fine tuning terhadap KEK yang sudah ada agar dapat beroperasi optimal.
“Jadi data center ini adalah salah satu peluang. Oleh karena itu, kami minta kepada BUPP untuk terus memonitor,” ujarnya.
Pada 23 April lalu, Kemenko Perekonomian telah melaksanakan High-Level Roundtable Discussion Link and Match Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja di KEK bersama Menteri Ketenagakerjaan. Setiap BUPP didorong mengoptimalkan kerja sama dalam mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja di masing-masing KEK.
Airlangga menekankan pentingnya upaya percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan daya tarik investasi yang masuk ke KEK dan mempercepat realisasi proyek-proyek yang sudah direncanakan.
“Setiap kementerian/lembaga diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan potensi investasi yang masuk ke KEK,” katanya.
Airlangga juga menekankan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur wilayah di sekitar KEK. Upaya ini dilakukan melalui penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha agar investor dapat segera memulai operasional mereka.
“Melalui upaya percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha,” tegasnya.
Airlangga berharap hasil Rapat Kerja Nasional KEK yang berlangsung dalam dua hari dapat menuntaskan upaya debottlenecking berbagai isu yang dihadapi. Dengan demikian, pelaksanaan program dan kegiatan usaha di KEK dapat berjalan lebih optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan Paripurna
Baca Berita Lainnya di Google News


