Ilmuan China Kaji Pembangunan Rumah Kaca di Bulan

by Redaksi
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

China mulai mengarahkan program eksplorasi Bulannya ke tahap yang lebih ambisius: membuka peluang kehidupan jangka panjang di permukaan Bulan.  Kantor berita Xinhua menyatakan, salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah penelitian pembangunan rumah kaca di lingkungan ekstrem satelit alami Bumi tersebut.

Rencana ini diungkapkan oleh Wang Qiong, insinyur senior di Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA), dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (21/4). Menurutnya, rumah kaca bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan elemen krusial dalam menciptakan sistem bertahan hidup di Bulan.





Dengan memanfaatkan teknologi konstruksi di permukaan Bulan, tim peneliti menargetkan pembangunan struktur yang mampu melindungi wahana penjelajah (rover) dan robot dari kondisi ekstrem, khususnya selama malam Bulan yang berlangsung hingga 14 hari.

Dalam periode tersebut, suhu dapat anjlok hingga minus 200 derajat Celsius—tantangan utama bagi keberlangsungan misi eksplorasi. Kehadiran rumah kaca diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih stabil, sehingga peralatan dan sistem pendukung dapat beroperasi lebih lama dan efisien.

“Seiring eksplorasi Bulan bergerak menuju keberadaan jangka panjang, solusi seperti rumah kaca akan menjadi semakin penting,” ujar Wang.

Langkah ini juga menjadi kelanjutan dari keberhasilan misi Chang’e-6, yang membuka babak baru dalam pemahaman ilmiah tentang Bulan, khususnya sisi jauhnya yang selama ini belum banyak terungkap.

Pada 25 Juni 2024, kapsul misi tersebut berhasil kembali ke Bumi dengan membawa sekitar 1.935 gram sampel dari sisi jauh Bulan—pencapaian pertama dalam sejarah eksplorasi manusia. Dari analisis sampel tersebut, ilmuwan China mengklaim telah menemukan sejumlah terobosan penting terkait evolusi Bulan.

Tak hanya berfokus pada pengembangan domestik, China juga memperluas kolaborasi global dalam program luar angkasanya. Misi Chang’e-6 turut membawa muatan internasional, termasuk CubeSat dari Pakistan serta instrumen ilmiah dari Prancis, Badan Antariksa Eropa (ESA), dan Italia.

Kerja sama ini menunjukkan bahwa ambisi membangun kehadiran manusia di Bulan tidak lagi menjadi agenda satu negara, melainkan bagian dari kompetisi sekaligus kolaborasi global dalam era baru eksplorasi antariksa.

Dengan riset rumah kaca sebagai fondasi, China tampaknya tengah menyiapkan lompatan berikutnya: dari sekadar eksplorasi menuju kemungkinan kolonisasi Bulan di masa depan.

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x