Iran Tembak Jatuh F-35 Amerika di Atas Selat Hormuz

Ketegangan memanas, Iran disebut berhasil lumpuhkan F-35 kedua di wilayah udaranya

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Teheran — Iran dikabarkan kembali berhasil menembak jatuh pesawat tempur siluman F-35 Lightning II kebanggaan Amerika Serikat. Sementara pilot diduga tewas terjebak di dalam kokpit akibat ledakan dahsyat saat benturan.

Insiden terbaru ini terjadi di wilayah tengah Iran di atas Pulau Qeshm di Selat Hormuz. Ledakan yang terjadi saat pesawat menghantam tanah disebut begitu dahsyat sehingga pilot diyakini tidak sempat melontarkan diri keluar.





“Sebuah pesawat tempur F-35 generasi kelima AS kedua tertembak dan jatuh di wilayah tengah Iran. Pilot kemungkinan besar tidak berhasil melontarkan diri dari pesawat,” tulis akun Mehr News Agency pada Jumat (3/4/2026).

Ini bukan kali pertama Iran melontarkan klaim serupa. Pada insiden sebelumnya IRGC merilis video yang diklaim menunjukkan rudal menghantam pesawat AS di udara dan menegaskan sistem pertahanan kedirgantaraan mereka berhasil merusak parah F-35 di langit Iran.

“Pesawat tempur strategis F-35 militer AS terkena dan rusak parah oleh sistem pertahanan kedirgantaraan modern canggih IRGC,” kata IRGC kala itu.

AS langsung menepis klaim tersebut. Komando Pusat AS menegaskan seluruh pesawat tempur mereka sudah terdata dan tidak ada yang jatuh ditembak musuh.

Baca Juga : Dubes Iran Roadshow Minta Dukungan di Konflik Timur Tengah

“Semua pesawat tempur AS telah terdata. IRGC telah membuat klaim palsu yang sama setidaknya setengah lusin kali,” kata CENTCOM melalui akun X, Kamis (2/4/2026).

Meski membantah keras juru bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins mengakui memang ada insiden di mana sebuah F-35 terpaksa mendarat darurat. Dua sumber yang mengetahui masalah itu menyebut kepada CNN bahwa pesawat tersebut rusak akibat tembakan Iran namun Hawkins menegaskan pesawat mendarat dengan selamat.

Di luar saling klaim kedua pihak militer AS memang mencatat kerugian nyata. Tiga jet F-15 tertembak keliru oleh pertahanan udara Kuwait dan sebuah pesawat pengisi bahan bakar KC-135 jatuh di Irak barat menewaskan seluruh awaknya. Konflik ini bermula sejak AS dan Israel melancarkan operasi militer gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan lebih dari 1.340 orang termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Menjaga Netralitas: Polri Wajib di Bawah Komando Langsung Presiden

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x