AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran di Tengah Perundingan

Kampanye Tekanan Maksimum AS terhadap Iran Berlanjut

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Washington – Pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan 15 entitas, dua individu, dan 14 kapal yang disebut sebagai armada bayangan terkait perdagangan minyak Iran. Langkah ini diambil tepat saat pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran berakhir di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2/2026).

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan komitmen Presiden Trump untuk menekan ekspor minyak dan petrokimia ilegal rezim Iran di bawah kampanye tekanan maksimum pemerintah saat ini. Sanksi ini menambah daftar panjang pembatasan ekonomi yang telah diberlakukan Washington terhadap Teheran.





“Presiden Trump berkomitmen untuk menekan ekspor minyak dan petrokimia ilegal rezim Iran,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengungkapkan, pembicaraan pada Jumat hanya berfokus pada masalah nuklir dan Teheran tidak membahas topik lainnya dengan Washington. Pernyataan ini disampaikan melalui kantor berita resmi Iran, IRNA.

Araghchi menyoroti tantangan besar yang dihadapi dalam negosiasi tersebut. Ketidakpercayaan yang sangat mendalam terbentuk dalam hubungan masa lalu antara kedua negara, sehingga menimbulkan hambatan signifikan bagi perundingan.

Baca Juga : KPK Kawal Rencana Impor Sektor Energi dari Amerika Serikat

“Ketidakpercayaan yang sangat mendalam yang terbentuk dalam hubungan masa lalu antara kedua negara menimbulkan tantangan yang sangat besar,” katanya.

Pengumuman sanksi di tengah berlangsungnya perundingan menunjukkan pendekatan ganda pemerintahan Trump terhadap Iran. Di satu sisi membuka ruang dialog terkait program nuklir, namun di sisi lain tetap mempertahankan tekanan ekonomi melalui sanksi perdagangan minyak. (Sin/Ah)

Pilihan Redaksi : Menggugat Negara: PMI Bukan Objek, Selamatkan Nyawa dari Jerat Perdagangan Manusia

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x