RI dan 13 Negara Arab Kecam AS Soal Legitimasi Pendudukan Israel di Tepi Barat

Kecaman keras atas pernyataan kontroversial Dubes AS untuk Israel

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia
Menlu: RI ikut BRICS untuk jembatani negara maju-negara berkembang

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Indonesia bersama 13 negara Arab menyampaikan kecaman keras atas pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee yang menyebut pendudukan Israel di Tepi Barat sebagai langkah yang dapat diterima

Kementerian Luar Negeri RI mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu (22/2/2026) dengan kementerian luar negeri Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Lebanon, Suriah, dan Palestina.





Turut serta dalam pernyataan bersama tersebut adalah serta sekretariat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Negara-Negara Arab (LNA), dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

“Termasuk Tepi Barat yang diduduki, dapat diterima,” bunyi pernyataan bersama tersebut.

Dalam pernyataan bersama ini, mereka menolak secara tegas terhadap pernyataan yang dinilai berbahaya dan provokatif. Pernyataan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta menimbulkan ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan.

Negara-negara Arab dan Muslim menekankan bahwa pernyataan Dubes AS yang mendukung pendudukan Israel justru bertentangan dengan visi yang disampaikan Presiden AS Donald Trump serta Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza. Rencana tersebut seharusnya bertumpu pada penguatan toleransi dan hidup berdampingan secara damai.

Pernyataan yang berupaya melegitimasi penguasaan atas tanah pihak lain dinilai merusak tujuan perdamaian. Hal ini justru memicu ketegangan dan merupakan bentuk hasutan alih-alih mendorong perdamaian di kawasan.

Baca Juga : PBB: Israel Daftarkan 60 Persen Tepi Barat sebagai Tanah Negara

“Pernyataan yang berupaya melegitimasi penguasaan atas tanah pihak lain justru merusak tujuan tersebut, memicu ketegangan, dan merupakan bentuk hasutan alih-alih mendorong perdamaian,” kata pernyataan bersama.

Negara-negara Arab dan Muslim mengulangi penolakan tegas terhadap setiap upaya aneksasi Tepi Barat atau pemisahannya dari Jalur Gaza. Mereka menentang keras perluasan aktivitas permukiman di Wilayah Palestina yang Diduduki serta menolak secara mutlak segala ancaman terhadap kedaulatan negara-negara Arab.

Pernyataan bersama menegaskan Israel tidak memiliki kedaulatan apa pun atas wilayah Palestina yang diduduki. Hal yang sama juga berlaku untuk wilayah Arab lain yang diduduki Israel.

“Israel tidak memiliki kedaulatan apa pun atas Wilayah Palestina yang Diduduki maupun wilayah Arab lain yang diduduki,” tegas mereka.

Mereka memperingatkan kelanjutan kebijakan ekspansionis dan langkah-langkah melanggar hukum oleh Israel hanya akan memperburuk kekerasan dan konflik di kawasan. Hal ini juga akan merusak prospek perdamaian dan menyerukan penghentian pernyataan-pernyataan yang menghasut tersebut.

Mereka menegaskan kembali komitmen teguh terhadap hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka berdasarkan garis 4 Juni 1967. Komitmen ini juga mencakup pengakhiran pendudukan atas seluruh wilayah Arab. (Sin/Ah)

Pilihan Redaksi : Menguji Keseriusan Negara: Segera Sahkan Perubahan Ketiga UU PMI dan Ratifikasi ILO C188!

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x