RS Indonesia di Gaza Dilecehkan Israel, Diplomasi Pemerintah Kembali Tak Bertaji

by Redaksi
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pernyataan keras pemerintah Indonesia terkait tindakan militer Israel di Gaza kembali memunculkan pertanyaan lama: seberapa efektif diplomasi Indonesia dalam memengaruhi situasi di lapangan?

Indonesia memang secara konsisten menyuarakan kecaman. Dalam kasus terbaru, pemerintah mengecam tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, Palestina.

“Indonesia mengecam keras dan memprotes pemasangan spanduk ‘Rising Lion’ oleh pasukan Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” sebut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam pernyataan melalui platform X, Rabu (22/4).

Sikap Israel sangat tidak menghormati Indonesia sebagai negara yang juga anggota dari Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Sikat Israle sudah seharusnya jadi bahan pertimbangan pemerintah untuk tidak lagi melanjutkan kerangka kerjasama bersama yang diusung BoP, karena hingga kini tidak ada dampak sama sekali setelah kelompok tersebut dibentuk.

Pemerintah Indonesia sendiri hanya bisa menyuarakan pendapatnya melalui platform media sosial. Kementerian Luar Negeri menilai penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit, terlebih dikaitkan dengan operasi militer tertentu, sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak bisa dibenarkan.

Namun, di tengah kecaman tersebut, langkah konkret yang mampu memberikan tekanan nyata terhadap Israel masih belum terlihat. Respons yang dominan berupa pernyataan diplomatik dinilai belum cukup untuk mencegah berulangnya insiden serupa, bahkan terhadap fasilitas yang memiliki keterkaitan langsung dengan Indonesia.

Kemlu RI menegaskan RS Indonesia di Gaza merupakan fasilitas sipil yang didedikasikan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat Palestina. Rumah sakit tersebut tidak seharusnya digunakan untuk pemasangan propaganda militer.

“Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina,” kata Kemlu RI.

Indonesia menekankan bahwa rumah sakit dan seluruh fasilitas medis harus dihormati dan dilindungi sesuai hukum humaniter internasional.
Indonesia juga mendesak Israel untuk menghentikan tindakan yang melanggar prinsip perlindungan terhadap infrastruktur sipil serta memastikan akuntabilitas atas serangan terhadap fasilitas kesehatan di Jalur Gaza.
Kendati demikian, seruan-seruan tersebut kembali memperlihatkan keterbatasan posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik global. Tanpa hubungan diplomatik langsung dengan Israel, serta minimnya leverage politik dan ekonomi, tekanan Indonesia cenderung berhenti pada level moral dan simbolik. RS Indonesia sebelumnya turut terdampak serangan militer Israel sejak Oktober 2023 hingga gencatan senjata pada Oktober 2025.
Direktur rumah sakit tersebut, dr. Marwan Al-Sultan, dilaporkan gugur akibat serangan Israel terhadap kediamannya di Gaza barat pada Juli 2025. Menurut laporan media, pasukan Israel yang berada di lokasi memasang spanduk bertuliskan “Rising Lion” di atap bangunan.
“Rising Lion” juga digunakan sebagai nama operasi militer Israel terhadap Iran pada Juni 2025.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa meskipun Indonesia aktif bersuara di forum internasional, efektivitas diplomasi yang ditempuh masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama dalam memastikan perlindungan nyata terhadap aset kemanusiaan yang dibangun atas nama solidaritas bangsa.
Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x