VOICEINDONESIA.CO, Washington — Posisi Amerika Serikat dalam perundingan dengan Iran menguat di tengah kebuntuan diplomasi yang belum menemukan titik temu.
Presiden AS Donald Trump menegaskan negaranya berada dalam posisi dominan dalam proses negosiasi dengan Iran.
“Kita punya semua kartu,” ujarnya, dilansir CBS News pada Minggu (26/4/2026).
Ia menekankan Iran yang harus mengambil langkah jika ingin melanjutkan kesepakatan.
“Mereka bisa menghubungi kita kapan saja tetapi kalian tidak akan melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting,” katanya.
Di tengah situasi itu, Trump juga membatalkan rencana perjalanan utusan AS ke Pakistan yang sebelumnya dijadwalkan untuk membahas isu Iran.
Baca Juga : Pemerintah Berkilah Masih Izin Lintas Udara Amerika Masih Pembahasan
Ia menilai langkah tersebut tidak diperlukan selama pembicaraan belum menunjukkan kemajuan berarti.
Trump tetap menilai tawaran terbaru dari Iran belum memenuhi syarat menuju perdamaian.
“Mereka menawarkan banyak hal tetapi tidak cukup,” ucapnya.
Ia menegaskan penghentian program nuklir menjadi syarat utama dalam negosiasi tersebut.
“Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir sesederhana itu,” katanya.
Trump juga menyebut Iran sempat mengajukan revisi dokumen dalam waktu singkat setelah penolakan awal dari pihak AS.
“Segera setelah saya membatalkannya dalam waktu 10 menit kami mendapatkan dokumen baru yang jauh lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tidak akan menerima negosiasi yang dilakukan di bawah tekanan.
Ia menilai langkah Amerika Serikat memperburuk kepercayaan sekaligus menghambat proses dialog.
Kondisi tersebut menunjukkan perundingan kedua negara masih berada dalam tarik menarik kepentingan tanpa kesepakatan yang jelas. (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!
Baca Berita Lainnya di Google News


