VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — BPJS Ketenagakerjaan mendorong perluasan perlindungan pekerja melalui strategi terintegrasi yang menyasar peningkatan kepesertaan dan kualitas layanan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat menyebut langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan jaminan sosial yang lebih inklusif bagi pekerja formal maupun informal.
Strategi yang diterapkan mencakup tiga fokus utama yakni Coverage, Care, dan Credibility (3C), yang dijalankan melalui pendekatan kolaboratif dan penguatan sistem layanan.
“Kami ingin memperluas, mempermudah, dan memperkuat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Pada aspek coverage, BPJS Ketenagakerjaan memperluas cakupan kepesertaan dengan menggandeng pemerintah daerah serta berbagai asosiasi pekerja.
“Coverage tentunya adalah memperluas perlindungan jaminan sosial,” katanya.
Baca Juga : Mulai April, Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Informal Dipangkas 50 Persen
Selain itu, pemanfaatan ekosistem digital juga dilakukan untuk menjangkau pekerja di sektor ekonomi baru yang terus berkembang.
Di sisi care, peningkatan layanan dilakukan melalui pengembangan manfaat tambahan seperti fasilitas perumahan dan program penempatan kerja bagi peserta.
Sementara pada aspek credibility, penguatan tata kelola, efisiensi proses bisnis, serta keamanan sistem informasi menjadi fokus utama.
“Credibility adalah bagaimana kami memastikan good governance,” tegasnya. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan Paripurna
Baca Berita Lainnya di Google News


