Lulusan SMK Indonesia Ditawari Gaji Rp43 Juta per Bulan di Rusia

Program satu tahun bahasa dan satu tahun keahlian teknis menanti

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Perusahaan aluminium Rusia bernama RUSAL menawarkan gaji hingga 200 ribu rubel atau sekitar Rp43,8 juta bagi lulusan SMK Indonesia yang berhasil mencapai standar kualifikasi tertinggi setelah mengikuti program pelatihan di Rusia.

Perwakilan RUSAL Alexey Mirsky memaparkan rencana mengundang 50 lulusan SMK terbaik Indonesia untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan di fasilitasnya. Program mencakup satu tahun pelatihan bahasa dan satu tahun pemantapan keahlian teknis pada lima bidang utama.





Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektor pengelasan. Gaji tinggi akan diberikan bagi mereka yang berhasil mencapai kualifikasi grade 6 sesuai standar Rusia.

“Jika mereka berhasil mencapai ‘grade’ 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200 ribu rubel,” kata Mirsky, Senin (26/1/3026).

Program tersebut akan dilakukan dengan skema knowledge sharing dengan pembagian penempatan yang merata. Sebanyak 25 orang akan bekerja di Rusia dan 25 lainnya bekerja di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia seperti fasilitas pengilangan setelah menyelesaikan masa pelatihan.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin menyambut positif rencana kerja sama strategis dengan RUSAL saat menerima Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov dan perwakilan RUSAL di Jakarta. Inisiatif ini dinilai selaras dengan visi pemerintah memajukan PMI berkualitas tinggi.

Baca Juga : Terungkap! Kasus PMI di Albania Tak Pernah Dilaporkan Secara Proaktif

Mukhtarudin menekankan fokus utama pemerintah ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional. Target pemerintah adalah menempatkan PMI dengan keahlian menengah hingga tinggi di pasar internasional.

“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan Rusia adalah mitra yang tepat untuk menyerap potensi tersebut,” katanya.

KP2MI menyiapkan calon PMI dengan keterampilan dasar yang mumpuni untuk mengikuti masa pendidikan di Rusia. Pemerintah juga akan menyelaraskan kurikulum vokasi khususnya di sektor pengelasan agar sesuai dengan sistem yang berlaku di Rusia.

Koordinasi akan dilakukan dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM untuk memastikan para PMI langsung terserap di proyek-proyek strategis nasional. Langkah ini diambil agar lulusan yang kembali ke Indonesia dapat berkontribusi pada pembangunan nasional.

Kedua belah pihak sepakat segera menyusun nota kesepahaman dan proposal kerja sama teknis. Program diharapkan dimulai pada Mei 2026 yang dibuka dengan proses rekrutmen, dan pemberangkatan ditargetkan pada September 2026.

Kerja sama ini menjadi perwujudan program Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam mencetak SMK Go Global, dengan target melatih dan menempatkan PMI terampil di pasar internasional secara masif dan terlindungi. (Sin/Ah)

Pilihan Redaksi : Jaringan Kejahatan Kemanusiaan: Evaluasi Mendesak Imigrasi dan Penindakan Tegas Sindikat TPPO-Calo Paspor

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x