VOICEINDONESIA.CO, Depok – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, resmi melepas pemberangkatan 210 Pekerja Migran Indonesia (PMI) program G to G menuju Korea Selatan di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan pelindungan menyeluruh bagi para pekerja, mulai dari sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Dari total pekerja yang dilepas, sebanyak 150 orang akan mengisi sektor manufaktur, sementara 60 orang lainnya di sektor perikanan.
Selain pelepasan, sebanyak 43 calon pekerja juga memulai masa Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP).
Baca Juga: Prabowo Lantik 6 Pejabat dalam Reshufle Kabinet, Ini Susunannya
“Negara selalu hadir untuk memberikan pelayanan pelindungan bagi kalian. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kerja keras dan ketekunan saudara-saudara sekalian,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin memberikan catatan penting mengenai profesionalisme kerja.
Berdasarkan data, terdapat 3.663 pekerja program G to G yang mengundurkan diri secara sepihak dari pemberi kerja dalam kurun waktu 2021 hingga awal Maret 2026.
Ia memperingatkan para peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Baca Juga: 14 Meninggal Dunia dan 84 Lainnya Korban Luka
“Jangan mengundurkan diri atau kabur dari tanggung jawab. Jalur resmi adalah satu-satunya jaminan pelindungan dari negara,” tegasnya.
Untuk meningkatkan kualitas SDM, Kementerian P2MI telah menjalin sinergi dengan Universitas Terbuka (UT) untuk akses gelar sarjana serta program Kejar Paket C bersama Kemendikdasmen.
Menteri berharap para pekerja dapat meraih efek brain gain dengan membawa keterampilan baru saat pulang nanti.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperkaya kompetensi, agar saat kembali nanti, saudara mampu membawa keterampilan baru yang bermanfaat bagi kesejahteraan negeri,” tambah Mukhtarudin.
Peserta yang berangkat kali ini didominasi oleh lulusan SMA/SMK sebanyak 173 orang dan merupakan mereka yang telah lulus ujian periode 2023–2025.
Hingga 7 April 2026, tercatat 1.738 PMI telah berhasil ditempatkan melalui skema pemerintah ini, dengan sektor manufaktur tetap menjadi kontributor utama.
Di akhir arahannya, Menteri Mukhtarudin menitipkan pesan agar para pekerja mematuhi hukum di negara penempatan, disiplin beradaptasi, serta bijak dalam mengelola keuangan.
Ia juga memberikan peringatan keras agar para pekerja menjauhi praktik judi online serta waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital seperti phishing dan scam yang marak terjadi. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Hilangnya Paspor Siti: Modus Baru Sindikat TPPO?
Baca Berita Lainnya di Google News


