Pedoman ILO Disahkan, Dorong Perekrutan Etis di Sektor Perikanan

by VOICEINDONESIA.CO
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia
Foto : Ilustrasi kapal tangkap ikan (dok.old.voiceindonesia.co/canva)

VOICEINDONESIA.CO, Jenewa – Organisasi perwakilan sektor perikanan Eropa, EuropĂȘche, menyatakan sambutan hangat atas rampungnya Pedoman Layanan Pasar Tenaga Kerja yang Adil untuk Pelaut Migran yang baru saja disahkan di Jenewa.

Pedoman ini, yang merupakan hasil dari Pertemuan Ahli di bawah naungan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada 27 hingga 31 Oktober 2025, bertujuan menciptakan kerangka kerja komprehensif untuk memastikan perlakuan adil dan perekrutan etis bagi pelaut migran di seluruh dunia.





Pedoman ini menjadi “tonggak sejarah untuk industri perikanan global yang lebih adil dan lebih menarik” , dengan memperjelas peran dan tanggung jawab Pemerintah, pengusaha, dan pemangku kepentingan industri.

Cor Blonk, juru bicara pengusaha dalam pertemuan tersebut dan Ketua Komite Dialog Sosial UE untuk Perikanan Laut, menyatakan kebanggaannya atas kontribusi dalam pengembangan Pedoman ini.

“Saya yakin kerja sama bersama ini
 akan sangat bermanfaat bagi sektor ini,” ujar Blonk. Ia menambahkan bahwa Pedoman ini memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi pelaut migran di seluruh dunia dan kepastian hukum yang lebih besar bagi otoritas nasional, pengusaha, dan agen perekrutan.

Foto :EuropĂȘche, badan perwakilan sektor perikanan Eropa, menyambut baik keberhasilan Pertemuan Para Ahli tentang Pedoman Layanan Pasar Tenaga Kerja yang Adil bagi Nelayan Migran, yang diselenggarakan di bawah naungan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dari 27 hingga 31 Oktober 2025 di Jenewa.(dok.VOICEIndonesia.co/EuropĂȘche)

Foto :EuropĂȘche, badan perwakilan sektor perikanan Eropa, menyambut baik keberhasilan Pertemuan Para Ahli tentang Pedoman Layanan Pasar Tenaga Kerja yang Adil bagi Nelayan Migran, yang diselenggarakan di bawah naungan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dari 27 hingga 31 Oktober 2025 di Jenewa.(dok.VOICEIndonesia.co/EuropĂȘche)

Dokumen ILO tersebut tidak hanya berupa teks, tetapi juga dilengkapi delapan alat praktis dan panduan metodologis untuk pengumpulan data yang lebih baik, guna memfasilitasi implementasi dan memperkuat pembuatan kebijakan.

Inisiatif ILO ini dibangun di atas fondasi kuat yang telah diletakkan oleh Komite Dialog Sosial UE untuk Perikanan Laut.

Sebelumnya pada tahun yang sama, Mitra Sosial UE mempresentasikan hasil proyek besar yang didukung Komisi Eropa, ‘Pillars of the Sea 3: Roadmap towards socially sustainable fishing’.

Proyek UE tersebut menghasilkan alat-alat kunci untuk keberlanjutan sosial perikanan, termasuk:

  1. Pedoman Perekrutan yang Adil untuk Pelaut Migran, yang mempromosikan praktik perekrutan yang transparan dan etis.
  2. Program Pelatihan untuk Praktisi Medis terkait pemeriksaan kebugaran wajib di bawah Konvensi ILO C188.
  3. Penelitian mengenai langkah-langkah perdagangan untuk memerangi kerja paksa di perikanan.

EuropĂȘche, sebagai perwakilan asosiasi perikanan nasional Negara Anggota UE, telah lama berkomitmen untuk membela penghormatan penuh terhadap hak-hak sosial dan ketenagakerjaan bagi semua pelaut, termasuk migran.

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x