Nasib 238 PMI Asal Mataram di Timur Tengah Belum Diketahui

Pemkot Mataram Tunggu Informasi Keamanan 238 PMI di Kawasan Konflik

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Mataram – Pemerintah Kota Mataram mengakui belum mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatan maupun keamanan dari 238 warganya yang bekerja di Timur Tengah. Namun, langkah-langkah preventif terus dilakukan menyusul pecahnya konflik militer Amerika Serikat – Israel dan Iran.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Miftahurrahman mengungkapkan sebanyak 238 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram terbanyak di Arab Saudi dengan jumlah mencapai 199 orang. Kemudian sebanyak 33 orang di Uni Emirat Arab, 4 orang di Kuwait dan 2 orang di Bahrain.





“Kami terus berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, untuk memastikan kondisi PMI asal Kota Mataram,” kata Miftahurrahman di Mataram, NTB, Senin (2/3/2026).

Pemkot Mataram akan terus berkoordinasi secara aktif dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB untuk mendapatkan informasi harian mengenai kondisi warga di kawasan konflik. Langkah koordinasi ini dilakukan untuk memastikan data “by name by address” setiap PMI akurat guna memudahkan evakuasi jika situasi memburuk.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh telah mengeluarkan imbauan kepada WNI, termasuk PMI yang ada di Timur Tengah. Dalam imbauan tersebut terdapat tujuh poin yang harus dipatuhi WNI, antara lain tetap tenang dan tidak panik namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau keluarga PMI untuk tetap tenang namun waspada, serta melaporkan segera ke instansi terkait jika kehilangan kontak dengan anggota keluarga yang berada di negara-negara tersebut,” katanya.

Baca Juga : DPR Minta PMI di Negara Teluk Didata By Name By Address 

WNI diminta memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya, serta senantiasa mematuhi arahan dan imbauan dari otoritas Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh. WNI juga diminta memastikan telah melakukan lapor diri ke KBRI Riyadh melalui laman https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html.

WNI diminta bergabung dalam grup WhatsApp resmi paguyuban WNI di wilayah masing-masing, guna memudahkan koordinasi dan penyampaian informasi penting dari KBRI Riyadh. Selain itu, WNI diminta menyiapkan dan menyimpan dokumen penting seperti paspor, iqama, dan dokumen identitas lainnya dalam bentuk fisik dan digital.

“Lokasi-lokasi itu merupakan wilayah di mana ratusan PMI asal Mataram menggantungkan hidup mereka,” katanya.

WNI juga diminta menunda perjalanan yang tidak mendesak ke negara atau wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi situasi keamanan. Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan, agar segera menghubungi pihak maskapai untuk mendapatkan informasi terkini terkait jadwal dan status penerbangan. Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor WhatsApp +966 569173990. (Sin/Ah)

Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x