VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan KBRI Bangkok terus memantau situasi konflik di wilayah perbatasan Thailand-Kamboja yang kembali memanas.
Konflik antara Kamboja dan Thailand meningkat setelah pasukan Kamboja membombardir wilayah perbatasan Thailand pada Selasa (6/1/2026).
Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah memastikan hingga saat ini tidak ada laporan WNI yang terdampak serangan tersebut.
“Kemlu dan KBRI Bangkok senantiasa memonitor situasi konflik di wilayah perbatasan Thailand-Kamboja. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang terdampak serangan Kamboja di perbatasan,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Militer Thailand menuduh pasukan Kamboja melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung selama 10 hari. Kamboja diduga menembakkan mortir ke provinsi Ubon Ratchathani di Thailand pada Selasa pagi.
Seorang tentara Thailand terluka akibat pecahan peluru dan sedang dievakuasi untuk mendapat perawatan medis. Militer Thailand menyatakan Kamboja telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dalam pernyataan resminya.
Baca Juga : Dijanjikan Gaji Rp9 Juta, Korban TPPO Disiksa di Kamboja
“Kamboja telah melanggar gencatan senjata pada Selasa pagi,” kata militer Thailand dalam sebuah pernyataan.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Maly Socheata menolak berkomentar tentang dugaan serangan tersebut. Perselisihan yang telah berlangsung beberapa dekade antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini beberapa kali meletus menjadi bentrokan militer.
Pertempuran pada Desember 2025 menewaskan puluhan orang dan menyebabkan sekitar satu juta orang mengungsi di kedua belah pihak. Kedua negara kemudian menyepakati gencatan senjata pada 27 Desember 2025 yang mengakhiri tiga minggu bentrokan.
Baca Juga : Thailand-Kamboja Sepakat Gencatan Senjata Mulai Siang Ini
Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl turut menegaskan belum ada laporan WNI yang terdampak serangan tersebut.
“Informasi yang kami terima sejauh ini tidak ada WNI terdampak,” kata Vahd kepada wartawan.
Heni menjelaskan wilayah perbatasan tersebut bukanlah daerah dengan konsentrasi WNI yang besar. Sebagian besar WNI di Thailand tinggal di kota-kota besar seperti Bangkok, Chonburi, Khon Kaen, dan Chiang Mai.
KBRI Bangkok mengeluarkan imbauan kepada WNI yang berada di wilayah perbatasan untuk melakukan lapor diri di perwakilan terdekat maupun melalui portal peduli WNI.
“KBRI Bangkok mengimbau agar WNI yang menetap di Thailand, khususnya yang berada di wilayah perbatasan agar melakukan lapor diri di Perwakilan RI terdekat, maupun melalui portal peduli WNI,” tuturnya. (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Mengawal Gerbang Negara: Analisis Mendalam Kewenangan Baru Imigrasi Pasca UU 63/2024


