Jadi Korban Perdagangan Manusia, Warga Aceh Dipulangkan dari Myanmar

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Banda Aceh – Seorang warga Desa Parang IX, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Muhammad Isa (53) berhasil dipulangkan setelah 1,5 tahun menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Myanmar. Korban dibawa ke negara tersebut setelah terkatung-katung di Thailand selama 15 hari.

Isa berangkat dari Aceh menuju Thailand bersama seorang temannya melalui Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Namun setiba di bandara, temannya ditahan sehingga hanya Isa yang dapat melanjutkan perjalanan. Ketika tiba di negara tujuan, Isa kehilangan arah dan terkatung-katung selama 15 hari sebelum bertemu dengan seorang agen asal Burma, Myanmar yang kemudian membawanya ke negara tersebut.





Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma mengungkapkan bahwa Isa bekerja di sebuah kilang kayu di Myanmar selama satu setengah tahun.

Baca Juga: Belum Ada Kerjasama Bilateral, Kamboja Masih Berbahaya Bagi Pekerja Migran

“Ia hidup dalam ancaman akibat kondisi negara yang dilanda perang dan tidak dapat berkomunikasi dengan keluarganya di Aceh,” kata Haji Uma dalam keterangannya, Jumat (21/11/2025).

Setelah sekian lama, Isa berhasil menghubungi adiknya Kamaruddin yang kemudian meminta bantuan Haji Uma untuk memulangkan kakaknya. Haji Uma lalu meminta bantuan KBRI Myanmar dan Isa sempat ditampung di kedutaan selama 1,5 bulan untuk menunggu proses administrasi evakuasi. Isa sudah dipulangkan dan tiba di kampung halamannya pada Kamis (20/11/2025).

Baca Juga: 48 WNI Ikut Ditangkap Militer Myanmar Saat Penggerebekan Scam Online

“Saya berterima kasih kepada pihak KBRI Yangon yang telah membantu sehingga proses pemulangannya berjalan lancar,” ujar Haji Uma.

Haji Uma menyebutkan saat ini masih ada enam warga Aceh yang diduga menjadi korban TPPO di Myanmar. Ia berharap enam orang lainnya yang sudah masuk laporan dapat segera ditangani dan dipulangkan seperti Isa. Kasus ini menambah deretan korban TPPO dari Indonesia yang terjebak di negara-negara Asia Tenggara dengan modus penawaran pekerjaan menggiurkan.

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x