VOICEINDONESIA.CO,Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan sebanyak 400 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) dapat keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial (bansos) pada 2025.
Target ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui program graduasi KPM.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan proses graduasi ini ditujukan untuk mendorong keluarga miskin agar bertransformasi dari kondisi tidak berdaya menjadi keluarga yang mandiri secara ekonomi.
Baca Juga: 56 WNI Korban Scam di Myanmar Dipulangkan
“Insyaallah target kita 400 ribu minimal KPM bisa graduasi jika tidak ada halangan,” ujar Gus Ipul dalam acara Graduasi KPM di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Para keluarga yang berhasil lulus dari program tersebut sebelumnya merupakan penerima bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos sembako.
Melalui pendampingan dan penguatan usaha, mereka dinyatakan naik kelas karena kini memiliki usaha produktif dan kondisi ekonomi yang lebih stabil.
Menurut Mensos, capaian graduasi pada 2025 ditargetkan lebih besar dibanding tahun ini. Pada 2024, sebanyak 77 ribu keluarga berhasil keluar dari jerat kemiskinan melalui program yang sama.
Baca Juga: Kemendagri Telusuri Dana Umroh Bupati Aceh Selatan
Tahun depan, peningkatan target dimungkinkan karena dukungan anggaran menggunakan alokasi 2025.
Setelah menerima status graduasi, KPM yang telah memiliki usaha akan tetap mendapatkan pendampingan lanjutan untuk memastikan mereka tidak kembali masuk kategori penerima bansos.
Program lanjutan pemberdayaan akan dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
“Jangan sampai kembali bergantung pada bansos. Yang sudah graduasi akan kami serahkan kepada Pak Menko Muhaimin Iskandar untuk ditindaklanjuti dan difasilitasi melalui program pemberdayaan,” kata Gus Ipul.


