VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menunda keberangkatannya ke Australia selama dua jam untuk memimpin rapat tertutup di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (11/11/2025).
Rapat mendadak tersebut menyoroti pengelolaan keuangan negara yang dinilai belum optimal menjelang akhir tahun anggaran.
Menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo menekankan agar seluruh kementerian dan pemerintah daerah menggunakan anggaran secara akuntabel, efisien, dan tepat waktu.
Baca Juga: UU P2MI Bakal Direvisi, Ini Poin-Poin yang Jadi Sorotan Publik
“Setiap rupiah uang rakyat yang dialokasikan harus tepat sasaran dan digunakan sesuai periode waktu yang ditetapkan, termasuk dana di daerah,” kata Prabowo sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Seskab.
Rapat yang berlangsung secara tertutup itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, serta Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.
Baca Juga: Pemalsu Kartu E-PMI Ditangkap, Terancam 15 Tahun Bui
Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menugaskan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi untuk segera mengoordinasikan lintas kementerian dan memeriksa penyerapan anggaran, termasuk transfer ke daerah.
Arahan itu disebut sebagai langkah pengawasan langsung agar dana publik tidak mangkrak menjelang penutupan tahun fiskal.


