Indonesia Gandeng Jepang Kembangkan Mineral Kritis

Indonesia-Jepang Teken MoC Mineral Kritis untuk Perkuat Rantai Pasok Global

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia membuka peluang bagi Jepang untuk mengelola bersama mineral kritis Indonesia. Tawaran ini disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa di sela-sela Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) pada Minggu (15/3/2026).

Pertemuan menghasilkan penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) pada dua bidang strategis: mineral kritis dan energi nuklir. Kerja sama mineral kritis difokuskan pada penguatan rantai pasok global yang lebih aman dan andal, serta mendukung pengembangan teknologi energi bersih melalui pemanfaatan sumber daya mineral strategis Indonesia.





“Saya sangat menyambut baik memorandum ini, khususnya di bidang mineral kritis,” kata Bahlil saat pertemuan.

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa menekankan pentingnya penguatan kerja sama antarnegara dalam menghadapi dinamika global. Fokus utama adalah menjaga ketahanan energi dan keberlanjutan pasokan di tengah transisi energi yang sedang berlangsung.

Bahlil juga bertemu CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda untuk mendorong percepatan proyek Blok Masela yang memiliki kesepakatan investasi mencapai USD 20 miliar atau sekitar Rp339 triliun. Proyek ini dinilai akan menjadi motor ekonomi baru bagi Indonesia Timur sekaligus sumber pasokan gas besar untuk industri nasional.

“Kami sangat terbuka dan dengan senang hati meminta kepada Pemerintah Jepang maupun teman-teman pengusaha Jepang untuk bisa mengelola bersama-sama mineral kritis kami,” ujarnya.

Bahlil mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek Blok Masela yang sudah mencapai sekitar 25 persen. Ia menginginkan percepatan tahap Front-End Engineering and Design (FEED) dimulai pada kuartal kedua 2026 atau paling lambat kuartal ketiga agar secara paralel dapat melakukan tender Engineering Procurement Construction (EPC).

Baca Juga : Prabowo Perintahkan Bahlil BBM dan LPG Tak Boleh Langka Jelang Lebaran

Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Nurmala Kartini Sjahrir menyebut pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela sebagai tonggak sejarah ketahanan energi nasional. KBRI Tokyo akan memfasilitasi kelancaran tahap FEED yang ditargetkan berjalan pada kuartal III 2026 untuk mencapai target produksi pada 2029-2030.

“KBRI Tokyo siap memastikan setiap butir kesepakatan ini diterjemahkan ke dalam aksi nyata,” kata Nurmala dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Nurmala menambahkan kerja sama ini bukan sekadar angka investasi, tetapi perwujudan kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Jepang dalam menjawab tantangan transisi energi global. Kedutaan berkomitmen mengawal implementasi seluruh kesepakatan strategis kedua negara.

“Memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional dan mempererat hubungan bilateral kedua negara,” ujarnya. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x