Diplomasi Indonesia Masih Loyo, Dua Kapal Pertamina Tidak Kunjung Melintas Selat Hormuz

Selat Hormuz Tutup Lagi, Indonesia Cemas: Dua Kapal Pertamina Masih Terjebak di Teluk Arab

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pemerintah terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan Selat Hormuz menyusul penutupan kembali yang dilakukan Iran. Pemantauan dilakukan melalui koordinasi Kedutaan Besar Republik Indonesia Tehran dan otoritas terkait untuk memastikan keamanan kapal-kapal Indonesia.

Iran kembali melakukan penutupan terhadap Selat Hormuz setelah sempat dibuka beberapa waktu. Penutupan ini berdampak pada dua kapal milik PT Pertamina International Shipping yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro yang masih tertahan di Teluk Arab.





“Kemlu melalui KBRI Tehran bersama PT Pertamina International Shipping juga terus berkoordinasi untuk mendukung kelancaran pelintasan kapal Indonesia,” kata Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).

Vahd menjelaskan Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan KBRI Tehran dan PT Pertamina International Shipping secara intensif. Upaya diplomatik dilakukan agar kedua kapal dapat segera melintasi selat strategis tersebut dengan aman.

Vahd menegaskan terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan. Pemerintah akan terus berupaya menyelesaikan permasalahan ini melalui jalur diplomasi dengan otoritas Iran.

Baca Juga : Siap Perketat Selat Hormuz, Iran Cuekin Proposal Baru AS

“Terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan,” ujarnya.

Vahd menambahkan pemerintah akan terus berupaya memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Indonesia di tengah dinamika situasi Selat Hormuz. Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait akan terus dilakukan hingga kedua kapal Pertamina dapat melintasi dengan aman.

“Dapat kami sampaikan bahwa pemerintah terus memantau secara cermat perkembangan situasi di kawasan, termasuk Selat Hormuz, melalui koordinasi KBRI Tehran dan otoritas terkait,” pungkasnya. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Reformasi Perlindungan Upah Awak Kapal Perikanan Asing Taiwan

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x