VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Haji dan Umrah bentukan Polri dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi membuka saluran siaga atau hotline bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan tindak pidana terkait penyelenggaraan haji.
Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan dan memberikan perlindungan hukum bagi calon jemaah dari berbagai modus penipuan.
Masyarakat yang menemukan indikasi kejahatan atau menjadi korban penipuan haji dapat menghubungi nomor 0812-1889-9191.
Baca Juga: Pemerintah Berencana Naikkan Biaya Cetak Ulang KTP
Layanan ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam merespons cepat keluhan masyarakat di lapangan.
“Jadi, ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini. Apabila ada indikasi-indikasi penipuan, bisa melaporkan melalui hotline tersebut,” ujar Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Irjen Pol. Nanang Rudi Supriatna, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Nanang menjelaskan bahwa Satgas Haji ini memiliki struktur yang kuat hingga ke tingkat kewilayahan (Polres).
Baca Juga: KJRI Fasilitasi Dokumen Keimigrasian WNI yang Terdampak Kebakaran di Malaysia
Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Harun Al Rasyid, mengungkapkan bahwa urgensi pembentukan satgas ini didasari oleh tingginya angka pengaduan.
Setiap harinya, Kemenhaj menerima puluhan laporan dugaan tindak pidana yang memerlukan penanganan serius demi memberikan efek jera kepada pelaku.
“Kami tidak bisa sendiri, dukungan penuh dari kepolisian sangat kami butuhkan agar upaya pencegahan maupun penindakan terhadap tindak pidana dalam penyelenggaraan haji dan umrah ini bisa kita tegakkan,” tegas Harun.
Sinergi kedua lembaga ini tidak hanya fokus pada penegakan hukum melalui penindakan, tetapi juga mencakup aspek teknis pelayanan di lapangan.
Melalui rapat koordinasi yang rutin digelar, Satgas Haji berkomitmen untuk menutup celah-celah kejahatan yang selama ini merugikan calon jemaah, sehingga pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M dapat berjalan lebih tertib dan aman. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!
Baca Berita Lainnya di Google News


