VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru korban bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Jumlah korban jiwa dilaporkan bertambah satu orang menjadi 1.138 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari juga turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Ada kenaikan jumlah korban jiwa menjadi 1.138. Doa dan simpati mendalam kami sampaikan kepada keluarga korban,” ujarnya pada Sabtu (27/12/2025).
Sebanyak 163 orang masih dinyatakan hilang. Tim SAR di lapangan masih terus berupaya mencari keberadaan para korban yang belum ditemukan.
“Hilang ada 163 jiwa. Pencarian masih terus dilakukan dan Tim SAR menyampaikan masih ada jasad di lokasi permukiman,” ucapnya.
Berdasarkan data BNPB, di Aceh tercatat 511 orang meninggal dunia, 31 orang hilang, dan 429.557 pengungsi. Jumlah pengungsi di Aceh menjadi yang tertinggi dibanding dua provinsi lainnya.
Baca Juga : Jenazah Pria Ditemukan di Bantaran Sungai Aceh Tamiang
Di Sumatera Utara terdapat 365 orang meninggal dunia, 60 orang hilang, dan 10.354 pengungsi. Sementara itu, di Sumatera Barat tercatat 262 orang meninggal dunia, 72 orang hilang, dan 9.935 pengungsi.
Total pengungsi dari tiga provinsi terdampak bencana mencapai 449.846 jiwa yang tersebar di berbagai titik pengungsian. Mereka membutuhkan bantuan logistik dan tempat tinggal sementara hingga kondisi memungkinkan untuk kembali ke rumah masing-masing. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Meratifikasi Konvensi ILO 188: Janji Kesejahteraan Bagi Pahlawan Laut Indonesia


