Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca Hadapi Potensi Kemarau Panjang

Pemerintah siapkan modifikasi cuaca dan pompanisasi menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino

by VOICEINDONESIA.CO- Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Boyolali Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan dua strategi utama untuk menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Langkah tersebut meliputi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di area hulu bendungan serta pengaktifan kembali program pompanisasi sawah.





Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa modifikasi cuaca bertujuan untuk mengisi cadangan air bendungan secara bertahap melalui hujan buatan di wilayah hulu.

Baca Juga: Dahnil Anzar Bakal Kawal Langsung Pelaksanaan Haji 2026

Sementara itu, program pompanisasi akan difokuskan pada lahan pertanian yang sudah tidak bisa lagi menerima aliran air dari bendung maupun bendungan.

“Pertama, operasi modifikasi cuaca agar kemudian di hulu-hulunya bendungan ini dihujani. Kedua, kita bersama-sama dengan Pak Menteri Pertanian nanti akan melakukan program pompanisasi yang terbukti berhasil menyangga produksi pertanian nasional,” ujar Dody di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (29/3/2026).

Di sisi lain, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan bahwa stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi paling aman sepanjang sejarah Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Ancam Blokir YouTube dan Roblox jika Langgar Aturan Usia Pengguna

Cadangan yang tersedia diklaim mampu memenuhi kebutuhan nasional hingga 10 bulan ke depan, bahkan sebelum menghitung hasil panen mendatang.

Mentan memproyeksikan produksi minimal dua juta ton beras per bulan selama tujuh bulan ke depan. Dengan total cadangan yang diprediksi mencapai 14 juta ton, pemerintah optimistis stok pangan akan mencukupi hingga Mei 2027.

“Ancaman El Nino biasanya hanya berlangsung selama enam bulan sehingga tidak sampai berpengaruh besar terhadap stok pangan,” jelas Amran.

Sinergi antara Kementerian PU dan Kementerian Pertanian ini diharapkan dapat memitigasi dampak kekeringan ekstrem.

Melalui koordinasi pompanisasi dan manajemen air yang ketat, pemerintah berupaya memastikan produktivitas lahan sawah tetap terjaga meskipun debit air di bendungan mengalami penurunan selama musim kemarau panjang. (af/ri)

Pilihan Redaksi: Bahlil: Pemerintah Minta Bantuan Masyarakat Hadapi Dampak Perang di Timur Tengah 

Baca Berita Lainnya di Google News 

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x