Konstruksi Proyek Waste to Energy Dilakukan Sepanjang Januari – Maret

by Redaksi
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

 VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Proyek Waste to Energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dipastikan mulai bergulir pada tahun 2026. Ada 34 titik yang akan menjadi fokus pembangunan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menjelaskan proyek PSEL merupakan bagian dari program hilirisasi dan inisiasi pembangunan atau konstruksi akan dilakukan sepanjang triwulan pertama tahun ini.





“Berkenaan dengan (proyek) Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik, yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari, ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah,” kata Prasetyo, Selasa (6/1/2026).

Pemerintah kata Prasetyo berharap proyek ini mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menekan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah. Proyek PSEL segera diluncurkan karena volume timbunan sampah harian mencapai rata-rata 1.000 ton per hari.

Presiden Prabowo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan, yang menjadi landasan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di berbagai wilayah.

Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan, timbunan sampah di Indonesia telah mencapai lebih dari 50 juta ton per tahun, sementara total akumulasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diperkirakan mencapai 1,6 miliar ton.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 persen belum terkelola dengan baik sehingga menimbulkan persoalan sosial, kesehatan, dan lingkungan — termasuk peningkatan emisi gas metana yang 28 kali lebih berbahaya dari karbon dioksida.

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x