WNI di Iran Diimbau Waspada Pasca Serangan Udara Amerika Serikat

Trump Serang Iran untuk Kedua Kalinya, KBRI Tehran Pastikan Kondisi dan Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Iran untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti aturan setempat, dan menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran. Imbauan ini menyusul terjadinya serangan bersenjata melalui udara di beberapa kota Iran.

KBRI Tehran telah memastikan terjadi serangan bersenjata melalui udara di beberapa kota sekitar pukul 09.45 waktu setempat. Serangan tersebut merupakan serangan kedua oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.





“KBRI Tehran telah memastikan terjadi serangan bersenjata melalui udara di beberapa kota,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

KBRI Tehran memfokuskan komunikasi intensif dengan WNI di Iran serta telah menerbitkan edaran terbaru yang memuat saran dan langkah konkret yang dapat ditempuh guna memastikan keselamatan dan keamanan mereka. Kemlu RI terus mencermati situasi keamanan di Iran.

“Kita akan terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI,” ujarnya.

Dalam keadaan darurat, WNI dapat segera menghubungi hotline KBRI Tehran melalui +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.

Baca Juga : DPR Minta Kemlu Siapkan Jalur Evakuasi Darurat 24 Jam untuk WNI di Meksiko

Trump menyatakan bahwa pasukan AS meluncurkan operasi militer berskala besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran. Media melaporkan Israel dan AS telah melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/02/2026).

AS dan Iran telah melakukan tiga putaran perundingan program nuklir Iran secara tidak langsung yang dimediasi oleh Oman. Putaran pertama dan kedua perundingan telah digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, yang berfokus pada pembatasan pengayaan dan persediaan uranium Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi.

Putaran ketiga dilakukan pada Kamis (26/02/2026) di Jenewa. Pada Jumat (27/02/2026), Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Al-Busaidi menyatakan perundingan nuklir AS-Iran menyepakati kebijakan tanpa penimbunan uranium yang diperkaya, dengan pengurangan stok ke tingkat terendah dan konversi menjadi bahan bakar permanen di bawah verifikasi penuh Badan Energi Atom Internasional. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Menjaga Netralitas: Polri Wajib di Bawah Komando Langsung Presiden

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x