VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno memperingatkan pelaksanaan work from home (WFH) di hari Jumat berpotensi menggagalkan tujuan penghematan bahan bakar minyak. Kebijakan yang tengah dikaji pemerintah ini justru bisa meningkatkan mobilitas masyarakat karena kecenderungan menciptakan long weekend.
Romy menjelaskan penetapan WFH yang berdekatan dengan akhir pekan tidak efektif menekan konsumsi BBM. Masyarakat berpotensi memanfaatkan hari tersebut untuk berwisata atau mudik, sehingga mobilitas justru meningkat dibandingkan hari kerja normal di kantor.
Legislator PDIP ini mengusulkan WFH sebaiknya dilaksanakan di pertengahan minggu untuk menghindari moral hazard. Penempatan di tengah minggu dinilai lebih strategis mencapai target penghematan tanpa menciptakan peluang perpanjangan libur akhir pekan.
“Ini berpotensi meningkatkan mobilitas, bukan menurunkannya. Artinya, tujuan penghematan BBM bisa meleset,” ujar Romy kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).
Romy menekankan pemerintah harus realistis mempertimbangkan perilaku masyarakat dalam menentukan hari pelaksanaan WFH. Jika ditempatkan berdekatan dengan akhir pekan, terutama Jumat, akan muncul kecenderungan masyarakat menjadikannya sebagai kesempatan berlibur panjang.
Minimnya interaksi dalam ruang kerja juga menjadi perhatian Romy. Ia berpendapat WFH sering membuat proses kerja kurang efektif karena berkurangnya kolaborasi antar tim, sehingga produktivitas tidak maksimal dibandingkan bekerja di kantor.
Baca Juga : WFH Sehari dalam Sepekan, Jurus Baru Pemerintah Hadapi Lonjakan Harga Minyak
“Jika WFH ditempatkan pada hari yang berdekatan dengan akhir pekan, khususnya Jumat, maka akan muncul moral hazard,” katanya.
Pemerintah tengah mengkaji kebijakan WFH satu hari dalam seminggu sebagai respons krisis energi global akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Kebijakan ini diharapkan menekan konsumsi bahan bakar di tengah lonjakan harga energi dunia yang berdampak pada berbagai negara. (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Di Tengah Bara Api Timur Tengah, Keselamatan WNI Adalah Prioritas Mutlak
Baca Berita Lainnya di Google News


