Khofifah Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu Kenaikan BBM yang Belum Jelas

by VOICE Indonesia - Jawa Timur
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Pemerintah provinsi Jawa timur bersama dengan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus merespon isu energi. Kedua pihak sepakat mendorong gerakan hemat energi, usai pertemuan di Grahadi, Selasa 31 Maret 2026.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Salah satunya isu kenaikan harga BBM, yang menyebabkan antrean di sejumlah SPBU.





“Jangan panic buying. Regulasi ini justru untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersuplai,” katanya.

Oleh karena itu, Pemprov Jatim dan Pertamina akan segera menggaungkan gerakan hemat energi secara masif. Gubernur Khofifah mengungkapkan, target peluncuran ini dalam waktu dekat.

“Gerakan hemat energi mudah-mudahan nanti tanggal 6 (April) dilakukan, itu bisa memberikan pemahaman secara lebih komprehensif untuk semua lini dan semua sektor,” ujarnya.

Selain isu kenaikan harga BBM, yang turut dibahas pada pertemuan ini adalah pentingnya penyaluran LPG subsidi yang tepat sasaran. Masyarakat kelompok mampu diarahkan menggunakan LPG nonsubsidi seperti ukuran 5,5kg dan 12 kg.

“Kita akan petakan kembali agar distribusi tepat sasaran. Masyarakat tidak perlu khawatir, kebutuhan energi tetap tersedia,” terangnya.

Pemprov Jatim bersama Pertamina juga akan memastikan pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima (PKL) agar terdaftar di pangkalan. Sehingga mereka tidak terdampak kebijakan distribusi energi.

“Kita diskusi tadi dengan Pak GM (Pertamina) misalnya PKL-PKL pastikan mereka terdaftar di pangkalan-pangkalan supaya usaha mereka itu tidak terdampak dari apa yang mereka mungkin dengar sepintas atau dengar dari informasi yang mungkin kurang komprehensif,” tuturnya.

Selain isu kenaikan harga BBM, yang turut dibahas pada pertemuan ini adalah pentingnya penyaluran LPG subsidi yang tepat sasaran. Masyarakat kelompok mampu diarahkan menggunakan LPG nonsubsidi seperti ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

“Kita akan petakan kembali agar distribusi tepat sasaran. Masyarakat tidak perlu khawatir, kebutuhan energi tetap tersedia,” terangnya.

Pemprov Jatim bersama Pertamina juga akan memastikan pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima (PKL) agar terdaftar di pangkalan. Sehingga mereka tidak terdampak kebijakan distribusi energi.(joe)

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x