Iran Beri Lampu Hijau, Filipina Berhasil Amankan Jalur Selat Hormuz

Tekanan harga minyak global direspons Filipina dengan langkah cepat menjaga rantai pasok energi

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Manila —Filipina bergerak cepat mengamankan pasokan energinya di tengah krisis global setelah berhasil membuka jalur aman bagi kapal tanker di Selat Hormuz.

Pemerintah Filipina memastikan jalur distribusi energi tetap berjalan usai komunikasi langsung dengan Iran. Upaya ini dilakukan saat tekanan harga bahan bakar melonjak akibat konflik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi minyak dunia.





Departemen Luar Negeri Filipina menyatakan komunikasi intens antara kedua negara menghasilkan jaminan konkret terhadap keamanan pelayaran, terutama bagi kapal berbendera Filipina yang membawa energi.

“Iran akan mengizinkan perlintasan aman, tanpa hambatan, dan cepat melalui Selat Hormuz bagi kapal-kapal berbendera Filipina,” tegas pernyataan resmi dikutip AFP pada Kamis (2/4/2026). .

Langkah diplomatik ini menjadi krusial mengingat Filipina sangat bergantung pada impor energi dari kawasan Timur Tengah. Tanpa kepastian jalur distribusi, krisis bahan bakar berpotensi semakin membebani ekonomi domestik.

Di sisi lain, pemerintah Filipina juga menyoroti bahwa kesepakatan tersebut tidak hanya menyangkut minyak, tetapi juga menjamin kelancaran pasokan pupuk yang vital bagi sektor pertanian nasional.

Baca Juga : 20 Kapal Pakistan Aman Melintasi Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro menekankan hasil komunikasi dengan Iran membawa dampak langsung terhadap stabilitas nasional, khususnya dalam perlindungan pelaut dan keamanan energi.

“Pemahaman positif tercapai untuk keselamatan pelaut dan keamanan pasokan energi kita,” ujarnya.

Sebelumnya, lonjakan harga bahan bakar di Filipina mencapai titik tertinggi setelah konflik regional memicu pembatasan akses di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia.

Pemerintah Filipina bahkan telah menetapkan status darurat energi nasional sebagai respons terhadap tekanan pasokan dan volatilitas harga yang terus meningkat sejak akhir Februari.

Sementara itu, Inggris mulai mendorong jalur diplomasi internasional guna meredam dampak konflik terhadap ekonomi global. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan negaranya akan menggelar forum tingkat tinggi untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz dan menekan eskalasi konflik.

“kami sedang menjajaki setiap jalur diplomatik yang tersedia,” ujarnya. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton!

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x