VOICEINDONESIA.CO, Teheran — Iran tidak bergeming meski ancaman Trump terus berdatangan. Alih-alih membuka Selat Hormuz sesuai tuntutan Washington, Pasukan Garda Revolusi Iran justru mengumumkan hampir rampungnya persiapan untuk menerapkan tatanan baru di jalur pelayaran paling strategis di dunia itu.
IRGC menegaskan situasi di Selat Hormuz tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang pecah dan kondisi itu berlaku permanen khususnya bagi AS dan Israel.
“Kondisi di selat itu tidak akan pernah kembali ke status sebelumnya terutama bagi AS dan Israel,” demikian pernyataan angkatan laut IRGC melalui platform X, dikutip pada Senin (6/4/2026).
IRGC menegaskan seluruh persiapan operasional untuk menerapkan aturan baru di kawasan Teluk Persia hampir selesai dan siap diberlakukan sewaktu-waktu sesuai keputusan otoritas Iran.
“Pasukan angkatan laut IRGC sedang menyelesaikan persiapan operasional untuk rencana yang telah diumumkan otoritas Iran mengenai tatanan baru Teluk Persia,” kata IRGC.
Baca Juga : Ini Sederet Dampak Perang Iran-AS Bagi Dunia Usaha
Pernyataan keras Iran itu muncul tepat setelah Trump kembali melontarkan ancaman baru yakni kemungkinan serangan AS terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka. Perang ini sendiri bermula sejak 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran yang memicu penutupan jalur vital tempat sekitar 20 persen minyak dan gas dunia melintas setiap harinya.
Di sisi lain Oman mencoba memainkan peran mediasi dengan menggelar pembicaraan langsung bersama Iran untuk mencari jalan tengah pembukaan akses pelayaran di selat tersebut. Namun upaya itu mendapat hambatan dari dalam negeri Iran sendiri di mana anggota parlemen justru mengusulkan kebijakan yang semakin memperketat kontrol dengan mengenakan tarif dan pajak bagi kapal-kapal yang hendak melintas. (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Menteri Mukhtarudin Harus Tegas, Singkirkan Calon Atase Rekanan Mafia!
Baca Berita Lainnya di Google News


