VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Gangguan di Selat Hormuz mulai memaksa pemerintah menyesuaikan strategi pasokan energi nasional, termasuk mengalihkan sumber impor ke luar kawasan Timur Tengah.
Di tengah situasi itu, dua kapal milik Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan dan belum dapat melintas di jalur vital tersebut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah kini mengandalkan suplai dari berbagai negara untuk menjaga stabilitas dalam negeri.
“Kita sudah ambil dari Australia, Amerika, dan negara lain,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro segera mendapat izin melintas.
“Lagi dilakukan komunikasi yang intens terkait dua kapal itu,” katanya.
Baca Juga : Indonesia Protes Rencana Kebijakan Iran di Selat Hormuz
Menurut Bahlil, peluang terbuka setelah muncul jeda konflik selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di kawasan.
“Insyaallah, doain bisa cepat,” pungkasnya. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton!
Baca Berita Lainnya di Google News


