VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Dua kapal tanker Pertamina masih tertahan di perairan Teluk Persia dan belum ada kepastian kapan bisa kembali ke Indonesia. Yang lebih mengkhawatirkan, keterlambatan akibat perang tidak masuk dalam cakupan klaim asuransi sehingga kerugian operasional harus ditanggung sendiri.
Berdasarkan data situs pelacak kapal Vessel Finder per Sabtu (11/4/2026) pukul 17.58 WIB Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, sementara Kapal Gamsunoro terdeteksi di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.
Direktur Teknik Tugu Insurance Fadlil Iswahyudi menegaskan asuransi yang mereka sediakan hanya bisa diklaim jika kapal mengalami kerusakan material akibat serangan langsung dalam perang.
“Basically perang itu nggak di-cover kecuali kalau sampai ada torpedo, drone, atau kena bom,” kata Fadlil.
Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana menegaskan pihaknya terus berkoordinasi aktif dengan Pertamina untuk memantau perkembangan situasi kedua kapal tersebut dan berharap keduanya bisa segera pulang.
Baca Juga : Dua Kapal RI Masih Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Genjot Diplomasi
“Kami selalu berkoordinasi dengan Pertamina kondisi situasinya seperti apa. Semoga ini bisa cepat kembali,” ujar Adi dalam keterangan resmi di Jakarta.
Adi mengakui eskalasi perang di Timur Tengah memaksa pihaknya menaikkan premi asuransi untuk kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut meski ia menegaskan dukungan penuh kepada pemerintah untuk membebaskan kedua kapal.
“Untuk perang ini pasti ada sedikit peningkatan risiko jadi ada sedikit penambahan premi. Kami benar-benar support pemerintah full effort untuk membawa kapal tersebut kembali ke Indonesia,” ucap Adi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut pemerintah masih terus membangun komunikasi dengan pihak terkait dan berharap jeda gencatan senjata dua pekan yang berlaku saat ini bisa dimanfaatkan untuk menemukan jalan keluar bagi kedua kapal.
“Dengan adanya jeda dua minggu dari eskalasi di Timur Tengah mudah-mudahan bisa cepat selesai,” kata Bahlil di Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan Paripurna
Baca Berita Lainnya di Google News


