VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menolak melakukan operasi yustisi atau penyaringan khusus terhadap pendatang yang masuk ke ibu kota setelah perayaan Idul Fitri.
Pramono menegaskan Jakarta tetap menjadi kota terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari penghidupan meski kondisi ekonomi global tidak pasti akibat berbagai konflik yang terjadi di berbagai kawasan. Pemerintah provinsi tidak akan membatasi kedatangan pendatang melalui kebijakan pembatasan khusus.
“Saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan operasi yustisi ataupun screening untuk itu,” katanya usai membuka acara Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/3/2026).
Gubernur menyatakan Jakarta sejak dulu menjadi kota yang terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari nafkah. Prinsip keterbukaan ini tetap dipertahankan meski situasi global sedang bergejolak.
“Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun,” tegasnya.
Meski menolak operasi yustisi, Pramono meminta masyarakat bersikap realistis melihat kondisi ekonomi yang dipengaruhi dinamika global. Konflik di berbagai belahan dunia seperti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran turut berdampak pada perekonomian.
“Ketika terjadi perang di mana-mana, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian,” ujarnya.
Baca Juga : Tak Ada Efek Jera, DPRD DKI Minta Bansos Keluarga Pelaku Tawuran Dicabut
Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta tetap menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk ketersediaan kebutuhan pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Stok bahan pangan utama seperti beras, daging, dan cabai disiapkan jauh hari untuk mencegah lonjakan harga.
Data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta menunjukkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2025 mencapai 5,47 juta orang, naik 41,62 ribu orang dibanding tahun sebelumnya. Namun Tingkat Pengangguran Terbuka juga meningkat menjadi 6,18 persen, naik 0,15 persen poin dibanding Februari 2024. (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber
Baca Berita Lainnya di Google News


