VOICEINDONESIA.CO, Yogyakarta – Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, mencanangkan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai wadah strategis bagi generasi Z dan milenial untuk bekerja serta mengembangkan produk lokal.
Melalui inisiatif ini, kementerian berupaya mengubah citra koperasi menjadi lebih modern dan relevan dengan gaya hidup anak muda masa kini.
Dalam Forum Bisnis Daerah BPD HIPMI DIY di Bantul, Sabtu (7/2/2026), Ferry menjelaskan bahwa Kemenkop akan berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY untuk melakukan kurasi, inkubasi, hingga pembiayaan produk UMKM.
Baca Juga: Kemensos: Sistem Digital Tekan Keselahan Penyaluran Bansos
Targetnya, merek-merek lokal milik pengusaha muda dapat dipasarkan secara luas melalui ekosistem koperasi desa.
“Kami ingin koperasi ini tampil lebih keren, kekinian, dan nyambung dengan generasi muda. Jika mereka ingin menjadi entrepreneur, produknya akan kami bantu agar bisa dijual di koperasi desa,” ujar Ferry.
Ferry memproyeksikan potensi serapan tenaga kerja yang sangat besar melalui program ini.
Dengan target pembentukan 80 ribu Kopdes di seluruh Indonesia, setiap unit akan membutuhkan tenaga pengelola dan manajer profesional. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi ratusan ribu hingga jutaan orang, menjawab tantangan kebutuhan kerja bagi Gen Z dan milenial.
Baca Juga: Danantara Investasi Rp110 Triliun, Serap 6.000 Tenaga Kerja
Pengembangan Kopdes Merah Putih akan dilakukan secara desentralisasi dengan mengeksplorasi potensi lokal di sektor pertanian, perikanan, hingga perdagangan.
Untuk mendukung pemasaran, Kemenkop berencana melibatkan influencer lokal dan tenaga kreatif muda guna memperkuat daya tarik produk-produk koperasi di pasar digital.
Melalui sinergi ini, koperasi tidak lagi hanya dianggap sebagai lembaga keuangan tradisional, melainkan ekosistem bisnis yang dinamis.
Menkop memastikan pemerintah akan terus memberikan dukungan infrastruktur dan pendanaan agar generasi muda dapat mengambil peran sentral dalam menggerakkan ekonomi desa menuju kemandirian nasional. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan
Baca Berita Lainnya di Google News


