VOICEINDONESIA.CO, Banyuwangi – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi membuka rekrutmen bagi 3.000 tenaga kerja lokal untuk mendukung operasional program Budi Daya Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Langkah ini bertujuan menciptakan lapangan kerja berskala besar sekaligus menyiapkan SDM terampil untuk mengelola tambak udang modern di wilayah tersebut.
Penerimaan tenaga kerja ini difokuskan bagi putra-putri daerah di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai.
Baca Juga: Bandara Sam Ratulangi Jadi Lokasi Penggagalan Pengiriman Korban TPPO
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM), I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa para peserta yang lolos seleksi akan dibekali keterampilan teknis melalui kelas khusus dan sertifikasi kompetensi sesuai standar industri.
“Kami menyiapkan putra-putri terbaik Sumba Timur agar memiliki kesiapan kerja untuk menempati berbagai posisi, mulai dari teknisi budi daya, laboran kesehatan udang, hingga teknisi mesin tambak,” ujar Nyoman di Banyuwangi, Rabu (11/2/2026).
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyambut antusias program ini. Menurutnya, keberadaan proyek ISF memberikan peluang bagi generasi muda Sumba untuk membangun karier di tanah kelahiran mereka tanpa harus merantau ke luar daerah.
Baca Juga: 217 PMI Dideportasi dari Malaysia, Mayoritas Masuk Ilegal
Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh penyiapan tenaga kerja ini agar dampak ekonomi proyek terasa langsung oleh warga lokal.
Rekrutmen telah dibuka sejak 10 Februari 2026 secara daring. Calon pekerja akan mengikuti serangkaian pendidikan, praktik lapangan, serta magang di tambak mitra tanpa dipungut biaya.
Setelah dinyatakan kompeten, mereka akan langsung ditempatkan di kawasan tambak udang terintegrasi Waingapu yang menjadi bagian dari strategi nasional peningkatan ekspor udang Indonesia.
Masyarakat yang berminat dapat mengakses informasi pendaftaran melalui laman resmi elaut-bppsdm.kkp.go.id/waingapu atau menghubungi layanan pusat bantuan melalui WhatsApp di nomor 0821-1814-096. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan
Baca Berita Lainnya di Google News


