VOICEINDONESIA.CO, Sidoarjo – Bandara Internasional Juanda memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran 2026. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel pembukaan Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung aman dan lancar.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir, menyampaikan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasional bandara telah bersinergi untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pengguna jasa udara, baik yang melakukan perjalanan mudik Lebaran maupun yang merayakan Hari Raya Nyepi tahun 2026.
“Alhamdulillah pagi hari ini kita sudah melaksanakan apel pembukaan Posko Lebaran 2026 dengan aman dan lancar. Seluruh stakeholder yang ada di bandara sudah siap melayani para pengguna jasa udara yang akan melaksanakan mudik Lebaran maupun yang merayakan Hari Raya Nyepi,” kata Tohir, Jumat 13 Maret 2026.
Dalam menghadapi peningkatan pergerakan penumpang, Bandara Juanda juga telah menyiapkan tambahan penerbangan (extra flight). Hingga saat ini tercatat sebanyak 134 penerbangan tambahan telah diajukan maskapai, yang terdiri dari 131 penerbangan domestik dan tiga penerbangan internasional.
“Extra flight yang sudah diajukan ada 134 penerbangan, dengan dominasi penerbangan domestik dan tiga di antaranya merupakan penerbangan internasional,” ujarnya.
Secara umum, jumlah penumpang pada periode angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 0,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara pergerakan pesawat diprediksi meningkat sekitar dua persen.
Adapun puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang yang dilayani mencapai sekitar 50.000 orang dalam sehari.
“Untuk puncak arus mudik kami perkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, dengan potensi pelayanan sekitar 50.000 penumpang,” kata Tohir.
Rute domestik dengan permintaan tertinggi diprediksi masih didominasi penerbangan menuju Jakarta (Cengkareng). Sementara untuk rute internasional, destinasi yang paling banyak diminati adalah Singapura dan Malaysia.
Pihak bandara juga telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang untuk memastikan kenyamanan penumpang, mulai dari pengaturan alur penurunan penumpang (drop off), fasilitas terminal, hingga kesiapan peralatan pendukung di area bandara.
“Kami juga sudah melakukan pengaturan flow baru di area drop off kendaraan untuk mengurai kepadatan. Sistem ini sudah mulai dioperasikan dan diharapkan bisa mengurangi penumpukan kendaraan di area keberangkatan,” terangnya.
Selain itu, Bandara Juanda tetap mengoperasikan layanan penerbangan selama 24 jam guna mengakomodasi kebutuhan penerbangan selama periode angkutan Lebaran.
Di sisi lain, faktor cuaca juga menjadi perhatian selama periode mudik. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini wilayah Jawa Timur masih berada pada musim hujan dengan potensi hujan sedang hingga lebat pada sore hari.
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Jika ada perubahan cuaca yang signifikan tentu akan segera diinformasikan kepada para pengguna jasa,” katanya.(joe)


