Risma–Rocky ajak jaga Mangrove, demi masa depan Kota Surabaya

by VOICE Indonesia - Jawa Timur
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Upaya penghijauan pesisir Surabaya kembali mendapat sorotan nasional. Dalam kegiatan penanaman mangrove pada Sabtu (17/01/2025) di Wonorejo, pengamat politik Rocky Gerung dan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana Tri Rismaharini menegaskan pentingnya mangrove sebagai paru-paru kota sekaligus benteng alami menghadapi krisis lingkungan dan bencana pesisir.

Rocky menilai penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan bentuk perlawanan terhadap eksploitasi ekonomi yang merusak ruang hidup. Menurutnya, kawasan hijau di Surabaya memiliki nilai ekologis sekaligus nilai peradaban.





“Kita bukan sekadar menanam pohon, tetapi membersihkan paru-paru bumi, membersihkan paru-paru Surabaya yang dikotori oleh kerakusan ekonomi,” ujar Rocky.

Ia bahkan mengusulkan kawasan mangrove dijadikan ruang publik sarat pesan ekologis. “Yang mau menikah, menikahlah di sini. Yang mau bercerai, bercerailah di sini. Tapi pengantin pria harus menanam pohon, pengantin perempuan menyiram tiap minggu. Kalau bercerai, dua-duanya harus menambah dua kali lipat,” katanya, seraya menegaskan bahwa menjaga rumah tangga sejalan dengan menjaga bumi.

Sementara itu, Tri Rismaharini menekankan pentingnya penguatan status hukum kawasan mangrove Surabaya agar tidak mudah dialihfungsikan. Ia mendorong penetapan kawasan tersebut sebagai kebun raya atau kawasan lindung.

“Dengan ditetapkan sebagai kebun raya, kekuatan hukumnya lebih tinggi. Tidak ada siapa pun yang bisa mengubah peruntukan kawasan ini,” tegas Risma.

Ia menyebut mangrove sebagai natural sea wall atau benteng alami kota dari ancaman bencana laut. Selain itu, mangrove berfungsi sebagai tempat berpijah biota laut sekaligus penyaring limbah berbahaya.

“Akar mangrove menjaga dari kerusakan akibat limbah, terutama limbah B3, yang bisa berdampak pada kesehatan manusia,” ujarnya.

Risma juga menyinggung pengalaman di Thailand, di mana satu kawasan selamat dari tsunami karena terlindung hutan cemara udang dan kemudian ditetapkan sebagai kawasan lindung nasional.

“Kalau mangrove diperkuat di seluruh pesisir Indonesia, bukan hanya perlindungan dari bencana yang kita dapat, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan sumber protein masyarakat,” pungkasnya.(joe)

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x