Stok pangan Surabaya aman, Pemkot imbau warga tak panic buying jelang Nataru

by VOICE Indonesia - Jawa Timur
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan stok pangan di Kota Pahlawan dalam kondisi aman hingga delapan bulan ke depan. Kepastian ini disampaikan setelah Pemkot Surabaya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Kepolisian mengintensifkan pengawasan harga, distribusi, serta keamanan bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pemantauan dilakukan secara langsung di sejumlah titik strategis, mulai dari Pasar Pegirian, pangkalan LPG, toko modern, hingga distributor minyak goreng, Selasa (24/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pangan dari hulu hingga hilir serta menjaga stabilitas harga di pasaran.
Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, mengatakan hasil pantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas relatif stabil, bahkan beberapa mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.





“Untuk saat ini relatif tidak ada harga yang naik. Cabai juga sudah turun. Cabai keriting sekarang Rp60.000 per kilogram, cabai besar Rp35.000 per kilogram. Telur yang sebelumnya sempat naik kini turun dari Rp33.000 menjadi Rp30.000 per kilogram,” jelas Agung.

Ia menambahkan, harga daging sapi masih terjaga stabil. Untuk kualitas premium berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, sedangkan daging sapi non premium berkisar antara Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam justru mengalami penurunan sekitar Rp5.000 per kilogram.
“Kalau ayam ada penurunan. Dari sebelumnya Rp38.000 per kilogram, sekarang sudah di angka Rp33.000 per kilogram,” imbuhnya.

Terkait ketersediaan beras dan minyak goreng, Agung menegaskan stok beras di Surabaya sangat aman. Berdasarkan indeks kecukupan pangan, Surabaya berada di angka 8,3 yang berarti stok mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga delapan bulan ke depan.

Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan distribusi untuk minyak goreng MinyaKita akibat tingginya permintaan masyarakat. “MinyaKita cepat habis karena peminatnya banyak. Penyalurannya juga menyebar ke berbagai daerah. Namun secara umum, pasokan minyak goreng di Surabaya masih aman,” terangnya.
Dalam pengawasan tersebut, Pemkot Surabaya juga melibatkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan keamanan pangan, termasuk izin edar dan kelayakan kemasan produk di pasar tradisional maupun toko modern.

“Pengawasan ini penting untuk mencegah peredaran produk kedaluwarsa atau rusak. Sejauh ini temuan masih dalam batas wajar, seperti kemasan penyok di beberapa toko modern,” ujarnya.
Di akhir, Agung mengimbau masyarakat Surabaya agar tetap tenang dan berbelanja secara bijak tanpa melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Kami mohon masyarakat tidak berbelanja secara berlebihan. Selain berpotensi pemborosan, juga bisa menimbulkan food loss. Insyaallah stok aman dan mudah didapat, jadi tidak perlu khawatir,” pungkasnya.(joe)

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x