VOICEINDONESIA.CO, Yogyakarta – Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, mulai angkat bicara mengenai perlakuan tidak manusiawi yang dialami anak-anak mereka.
Pengungkapan ini menyusul aksi penggerebekan oleh pihak kepolisian yang menemukan puluhan anak dalam kondisi memprihatinkan di dalam rumah penitipan tersebut.
Huri, salah satu orang tua korban, mengungkapkan bahwa kecurigaannya sudah muncul sejak lama karena pihak daycare selalu melarang orang tua masuk ke area dalam dengan dalih “ruangan steril”.
Baca Juga: Keluarga WNI yang Dibajak Perompak Somalia Minta Prabowo Selamatkan
Saat penggerebekan dilakukan, fakta mengejutkan terungkap mengenai cara pengelola menangani anak-anak.
“Kaki yang diikat, dengan argumen sering berlari-lari. Posisi penggebrekan anak-anak hanya menggunakan pempers tidak dipakein baju,” jelas Huri, dikutip dari Pandangan Jogja, Senin (27/4/2026).
Selain kekerasan fisik, fasilitas di daycare tersebut dinilai sangat tidak layak dan pengap.
Huri menjelaskan bahwa dengan biaya yang mahal, anak-anak justru ditempatkan di ruangan yang minim ventilasi tanpa pendingin udara yang memadai.
Baca Juga: Pemerintah Godog UU Baru untuk Program Operasi Koperasi Desa
“Kami tidak menemukan Ac dan itu kipas angin semua, fentilasi minim. Bayangkan itu ada 50 an anak dalam satu rumah hanya mengandalkan kipas angin menurut kami itu tidak layak karena kami bayar mahal,” ungkap Huri.
Atas kejadian ini, ia berharap para tersangka nantinya dijatuhi hukuman yang setimpal.
Kesaksian serupa disampaikan oleh Khairunisa, orang tua korban lainnya.
Ia mengaku anaknya kerap menunjukkan gelagat tidak wajar setiap kali pulang dari tempat penitipan tersebut.
“Setiap dia pulang dia selalu kelaparan dan nangis ketakutan,” jelas Khairunisa.
Bahkan, ia mendapati adanya luka lebam pada tubuh sang anak.
Khairunisa membenarkan adanya praktik pengikatan paksa terhadap balita yang dititipkan di sana.
“Kondisi tangannya diikat dan dibedong, pake pempers doang,” ungkapnya dengan pilu.
Hingga saat ini, Polresta Yogyakarta masih terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sejumlah saksi dan pengelola daycare guna melengkapi alat bukti hukum.
Kasus ini telah memicu gelombang kecaman dari masyarakat dan menjadi perhatian serius pemerintah pusat melalui Kementerian PPPA. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Hilangnya Paspor Siti: Modus Baru Sindikat TPPO?
Baca Berita Lainnya di Google News


