Remitansi PMI Rp288 Triliun Gerakkan Ekonomi Desa pada 2025

Mukhtarudin Jelaskan Uang Kiriman PMI Rp288 Triliun Perkuat Daya Beli Masyarakat Grassroot

by Sintia Nur Afifah
0 comments
A+A-
Reset
Hati Hati Penipuan Yang Mengatasnamakan Redaksi VOICEIndonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Aliran uang kiriman pekerja migran Indonesia (PMI) mencapai Rp288 triliun sepanjang 2025, menggerakkan ekonomi di tingkat desa dan memperkuat daya beli masyarakat grassroot. Angka ini naik signifikan 14 persen dari Rp253 triliun pada tahun sebelumnya.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyebut dana ratusan triliun yang masuk ke kampung halaman para pekerja migran menciptakan perputaran ekonomi riil di tingkat bawah. Uang kiriman ini tidak hanya membantu keluarga, tetapi juga menggerakkan usaha kecil menengah di daerah asal PMI.





Dana remitansi yang mengalir ke desa-desa menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal. Peningkatan daya beli masyarakat di tingkat grassroot mendorong aktivitas ekonomi dan membuka peluang usaha baru di kampung halaman para pekerja migran.

“Remitansi ini sangat membantu ekonomi di tingkat grassroot karena dia menaikkan daya beli,” kata Mukhtarudin saat melepas 344 calon PMI di Universitas Binawan, Kalibata, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Mukhtarudin menekankan kontribusi krusial pekerja migran bagi ketahanan ekonomi nasional melalui penambahan cadangan devisa. Ratusan triliun rupiah dalam mata uang asing ini memperkuat posisi Indonesia dalam transaksi perdagangan global dan pembayaran kewajiban luar negeri.

“Ada kenaikan 14 persen. Jadi sudah Rp288 triliun remitansi yang dikirim oleh pekerja migran ke Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga : Menteri P2MI: Support System Terkuat PMI Ada di Komunitas Sesama di Negara Tujuan

Cadangan mata uang asing dari remitansi PMI dimanfaatkan negara untuk membayar utang dan melancarkan transaksi perdagangan internasional. Stabilitas cadangan devisa ini menjadi indikator penting kesehatan ekonomi makro Indonesia di tengah dinamika perekonomian global.

“Sehingga terjadi perputaran ekonomi di grassroot, di tingkat desa,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Mukhtarudin melepas ratusan calon pekerja migran yang akan ditempatkan di berbagai negara tujuan. Sebagian akan bekerja di Timur Tengah termasuk Arab Saudi dan Oman, sementara lainnya ke Jerman, Belanda, Jepang, dan Australia dengan profesi perawat, pramugari, hingga insinyur.

“Dari sisi negara, menambah cadangan devisa negara karena kita banyak memiliki cadangan mata uang asing,” tegasnya.

Peningkatan remitansi 14 persen ini menunjukkan peran strategis PMI dalam menyokong perekonomian nasional. Kontribusi mereka tidak hanya dirasakan keluarga di kampung halaman, tetapi juga berdampak pada stabilitas ekonomi makro Indonesia secara keseluruhan. (Sin/Ah)

Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan

Baca Berita Lainnya di Google News

Baca Berita VOICEIndonesia di Google News


Editorial VOICEIndonesia




0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x